04 Mei 2011

MENYAMBUT BULAN BHAKTI GOTONG ROYONG MASYARAKAT (BBGRM)

KAPENCAR-Dalam rangka menyambut Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang dicanangkan pada tanggal 30 April 2011 lalu, desa Kapencar, mengadakan gotong royong berupa pelebaran jalan produksi pertanian. Jalan selebar 4 meter dan sepanjang 3 kilometer ini digarap secara beramai-ramai oleh sekitar 200 orang warga Desa Kapencar.

Hardi (41) sekretaris desa Kapencar, menuturkan bahwa jalan yang sedang dikerjakan ini merupakan jalan akses menuju tanah pertanian yang sangat vital.” Ini merupakan jalan utama bagi petani yang akan mengangkut hasil pertanian, terutama bagi para peladang di lereng gunung Sindoro.” Tuturnya ketika ditemui di sela-sela peninjauan dari Camat Kertek, Agus Wibowo,S.Sos.”Dengan adanya jalan ini diharapkan dapat mempercepat distribusi bahan hasil pertanian di Desa Kapencar.”imbuhnya pula.

Kapencar merupakan salah satu desa agraris dimana sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan perladangan. Dengan dibangunnya jalan-jalan akses menuju lahan, diharapkan pola pertanian di desa ini menjadi lebih efisien sehingga hasilnya dapat lebih maksimal.

APEL SIAGA POS KAMLING 2011

KERTEK-Dalam rangka menghidupkan kembali Kegiatan Pos Keamanan Lingkungan (POSKAMLING-red) yang telah lama mati suri, pada tanggal 28 April lalu Polres Wonosobo mengadakan Apel Siaga POSKAMLING 2011 yang dipusatkan di Kecamatan Kertek.

Apel yang diikuti oleh 50 awak Poskamling dari desa di Wilayah Kertek ini mengambil tempat di Lapangan Volley Polsek Kertek, bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Kertek, Agus Wibowo, S.Sos, dan dihadiri oleh seluruh Kepala Desa di Wilayah Kertek serta Kapolsek Se-Wilayah Polres Wonosobo.

Acara ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Poskamling yang dewasa ini cenderung ditinggalkan oleh masyarakat, meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat dan meningkatkan kemitraan Polisi-Masyarakat. Disamping itu, kegiatan Poskamling juga menjadi sarana untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aksi-aksi teror yang marak belakangan ini.

Kapolres Wonosobo, dalam sambutannya yang dibacakan oleh inspektur upacara mengharapkan agar masyarakat segera menghidupkan kembali poskamling-poskamling yang ada di wilayah masing-masing. Hal ini sangat bermanfaat untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat serta peningkatan pola kemitraan antara Polisi-Masyarakat dengan mengedepankan cara musyawarah dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di tingkat bawah.

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan kedepannya setiap desa akan memiliki Polisi Mayarakat (Polmas-red) yang bertugas sebagai mitra polisi sebagai unsur deteksi dini serta dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat.

02 Mei 2011

HARDIKNAS 2011

KERTEK - Seperti tahun-tahun sebelumnya, tepat pada tanggal 2 Mei seluruh bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional. Di kecamatan Kertek, peringatan hari pendidikan nasional tahun ini dipusatkan di SD 1 Kertek dengan Inspektur Upacara Camat Kertek Agus Wibowo, S.Sos dengan dihadiri oleh unsur Muspika,dan seluruh instansi di wilayah Kecamatan Kertek. Peringatan Hardiknas kali ini mengambil tema “ Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa” dengan subtema “Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti.”

Dalam amanat Menteri Pendidikan Nasional yang dibacakan oleh Camat Kertek, disampaikan bahwa pendidikan di Indonesia harus kembali pada hakikat pendidikan yang pernah disampaikan oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantoro. Hakikat pendidikan dimaksud adalah ialah kembali menanamkan budi pekerti untuk menumbuhkan pola pikir dan perilaku yang berbasis kasih sayang, toleran dan sadar akan keberagaman dalam konteks persatuan dan kesatuan. Hal ini sejalan dengan fenomena yang terjadi dewasa ini dimana toleransi dan budi pekerti semakin tergerus oleh budaya barat yang kian tak terbendung.

Pada peringatan kali ini juga diserahkan penghargaan bagi Sekolah, Guru, dan siswa berprestasi di Kecamatan Kertek baik di bidang akademik maupun non akademik (F16)

PEJABAT DI WONOSOBO HARUS MENGUASAI IT

WONOSOBO – Dalam menyongsong era teknologi informasi serta mendorong terwujudnya E-Government, maka seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dituntut untuk menguasai teknologi informasi.

Hal itu disampaikan Bupati Wonosobo, Drs. H.A. Kholiq Arif , M.Si dalam acara peresmian Layanan Pengadaan Barang-Jasa Secara Elektronik (LPSE) di SMK Informatika tanggal 2 Mei 2011 (kemarin-red).

Pada acara yang dihadiri oleh seluruh unsur Muspida, Pimpinan SKPD, serta perwakilan dari Kabupaten sekitar tersebut diungkapkan oleh Bupati Wonosobo bahwa hal tersebut akan menjadi salah satu poin penting dalam fit and proper test bagi calon pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.”Bagi pejabat yang tidak mau belajar komputer, jangan salahkan saya apabila nantinya tergeser,” ungkapnya.

Penguasaan terhadap teknologi informasi ini menjadi sangat penting dikarenakan tuntutan terhadap bidang pekerjaan menjadi semakin kompleks dan membutuhkan efisiensi serta efektifitas yang tinggi (f16)

SATU LANGKAH MAJU MENUJU E-GOV


WONOSOBO - Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011, Bupati Wonosobo, Drs H.A. Kholiq Arif, M.Si meresmikan program Layanan Pengadaan Barang - Jasa Secara Elektronik ( LPSE ). Program ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang-Jasa Pemerintah (LKPP). Dengan software ini diharapkan proses pengadaan barang-jasa pemerintah,khususnya di Kabupaten Wonosobo akan menjadi lebih efisien dan transparan. Hal ini disebabkan karena seluruh proses pengadaan barang-jasa dilaksanakan secara online sehingga akan menghemat waktu dan biaya. Disamping itu, masyarakat juga dapat memonitor secara langsung melalui jaringan internet.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo, Dra. Hj. Maya Rosida, MM, Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Muspida, anggota DPRD Kabupaten Wonosobo, Para Pimpinan SKPD serta perwakilan dari kabupaten-kabupaten di wilayah eks karesidenan Kedu dan Banyumas. Pada Kesempatan ini juga diresmikan proyek sebanyak 1191 proyek yang diberasal dari APBD Kabupaten Wonosobo, APBD Provinsi Jawa Tengah, Dana Alokasi Khusus dan APBN tahun anggaran 2010.

Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo mengharapkan partisipasi masyarakat khususnya dalam hal pemeliharaan hasil-hasil pembangunan. “ pemeliharaan jangan dibebankan juga kepada pemerintah kabupaten karena desa sekarang sudah mempunyai dana ADD,”tuturnya.”Alokasi Dana Desa di Kabupaten Wonosobo terbesar jika dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Tengah,”imbuhnya pula.

Dalam kesempatan ini dan seiring dengan momentum hardiknas, disampaikan juga oleh Bupati Wonosobo mengenai pergaulan remaja usia sekolah yang semakin mengkhawatirkan dengan maraknya free sex serta banyak beredarnya video mesum di kalangan pelajar. Oleh karena itu pembekalan siswa sejak dini wajib dilakukan oleh para guru dan praktisi pendidikan lainnya. “pakaian seragam harus diatur, penggunaan handphone juga harus benar-benar diawasi agar tidak dipakai untuk hal-hal negatif.”

Acara yang mengambil tempat di SMK Informatika Wonosobo ini juga dimeriahkan dengan pagelaran tari kontemporer, Grup Band, serta peragaan busana hasil kreasi siswa.