20 Juni 2011

SISWA SD 1 RECO MEMBLUDAK

KERTEK- Jumlah pendaftar di SD 1 Reco pada tahun ajaran baru 2011/2012 ini membludak. Tercatat sudah lebih dari 400 siswa yang mendaftar, padahal jumlah lokal yang tersedia hanya 7 lokal dengan kapasitas sebanyak 316 siswa. Hal itu terungkap dalam rapat kenaikan kelas yang berlangsung pada hari Sabtu (19/6). Dalam rapat yang dihadiri oleh wali murid,komite sekolah, Kepala Desa Reco, Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Kertek dan Camat Kertek ini juga diungkapkan bahwa dengan perbandingan kapasitas saat ini saja sebenarnya sudah tidak layak, yakni dengan jumlah 45 siswa tiap kelas. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, kapasitas ideal ialah sebanyak 36 siswa/kelas.

Menurut Camat Kertek, Agus Wibowo,S.Sos, program penambahan kelas untuk SD 1 Reco sebenarnya sudah diusulkan, baik melalui Dinas Pendidikan maupun melalui mekanisme Musrenbangdes dan musrenbangcam, namun kemungkinan realisasi baru pada tahun 2012 mendatang mengingat banyaknya usulan prioritas dari masyarakat yang masuk,” usulan tersebut sudah kami masukkan dalam mekanisme musrenbangcam, kemungkinan realisasi baru tahun 2012, namun kami akan terus mengawal usulan ini sampai dengan realisasi,”ungkapnya.

Untuk mengatasi kemungkinan tidak tertampungnya siswa pada tahun ajaran baru mendatang, pihak sekolah telah bekerjasama dengan komite sekolah dan pihak desa, yaitu dengan meminjam salah satu rumah penduduk untuk dijadikan kelas sementara.

SEKOLAH NDESO WAKILI WONOSOBO DI TINGKAT PROVINSI

KERTEK – Minimnya sarana dan terpencilnya tempat ternyata tak menjadi hambatan dalam menorehkan prestasi. Hal itu dibuktikan oeh SD 1 Reco yang pada tahun ini berhasil mengirimkan salah seorang siswanya mewakili Kabupaten Wonosobo dalam Olimpiade Matematika SD tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Semarang pada akhir Juni 2011. Adalah Alfonsus Panggung Widodo (15), siswa kelas 6 SD 1 Reco Kecamatan Kertek, setelah sebelumnya berhasil menjadi runner up dalam lomba Olimpiade Matematika SD tingkat Kabupaten. Siswa kalem yang hobi membaca ini mengaku tidak menyangka bahwa dirinya bakal menjadi Juara 2 dalam lomba Olimpiade Matematika tingkat Kabupaten mengingat lawan-lawan yang dihadapi berasal dari sekolah-sekolah yang notabene berfasilitas lengkap. Bahkan ada diantaranya yang merupakan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.”Saya ndak nyangka kalau bisa menang, saya Cuma berusaha mengerjakan soal dengan sebaik-baiknya”,ungkapnya.

Prestasi yang diraih oleh Alfonsus tak lepas dari kerja keras dan kesabaran guru dalam memberikan bimbingan. Kepala Sekolah SD 1 Reco, Hj. Siti Yulaekhah, S.Pd mengaku pihaknya benar-benar mempersiapkan siswa tersebut untuk mengikuti lomba,” Sejak awal kami sudah menyadari potensi dari anak tersebut, oleh karena kami selalu memberikan bimbingan agar potensinya terus terasah”, tuturnya.” Khusus untuk menghadapi Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi mendatang, kami akan mengintensifkan bimbingan dengan memperbanyak latihan soal agar siswa siap menghadapi lomba, disamping bimbingan mental,”tambahnya.

Prestasi yang diraih oleh Alfonsus merupakan secercah harapan bagi dunia pendidikan khususnya di Kecamatan Kertek, mengingat pada tahun 2010 menempati urutan terbawah di Kabupaten Wonosobo dalam penyelenggaraan Wajar Dikdas 9 tahun. Disamping itu juga dapat menjadi motivator bagi siswa lain untuk berlomba-lomba menorehkan prestasi. Ternyata sekolah Ndeso-pun tak bisa dipandang sebelah mata.(f16)

03 Juni 2011

“ SKYDOORS” MEMUPUK JIWA SOSIAL GENERASI MUDA

Dibentuk pada tahun 1981 dengan nama “AFDELWEIS”, awalnya hanya sekelompok orang yang mempunyai hobi yang sama yaitu naik gunung dan kegiatan alam lainnya. Pada tahun 1991 organisasi ini berganti nama menjadi “SKYDOORS” dengan jumlah anggota sebanyak 60 orang yang mempunyai bermacam-macam latar belakang profesi, mulai dari pelajar, pedagang, sampai tukang parkir ada disini.

Organisasi pecinta alam tertua yang bermarkas di desa Bojasari, Kecamatan Kertek ini awalnya hanya berkecimpung pada bidang olahraga alam seperti naik gunung, hiking, tracking, rafting, dan wall climbing.Bahkan beberapa atlet panjat dinding tingkat nasional lahir dari organisasi ini. Namun seiring dengan perkembangan jaman, organisasi inipun mengembangkan sayap di bidang Search and Rescue (SAR).

Menurut salah satu punggawa Skydoors, Iwan (38), Tim SAR dari Skydoors telah berkali-kali terlbat dalam misi sosial di seluruh pelosok Indonesia,Gempa Jogja, Merapi, Tsunami Aceh telah menjadi ajang bagi anggota skydoors untuk mengabdikan diri. Saat ini beberapa anggita skydoors juga telah bergabung dengan petugas SAR lainnya guna menangani bencana gas beracun di Dieng . Bahkan ketua dari organisasi ini H. Dedi Kusriadi saat ini juga menjabat sebagai Ketua Tim PB Kecamatan Kertek. “kami juga pernah ditunjuk oleh pemerintah kabupaten wonosobo untuk menjadi koordinator lapangan pengiriman tim ke Yogyakarta dan Magelang dalam rangka penanggulangan bencana merapi”, tuturnya.

Namun perjalanan organisasi ini bukannya tanpa hambatan, kekurangan alat dan dana kerap kali menjadi permasalahan di lapangan, “ sering pada saat di lapangan kami tidak bisa bekerja secara maksimal karena kekurangan peralatan, tapi kami selalu berusaha untuk berimprovisasi” kenang bapak 2 orang anak ini. “ sedangkan untuk pendanaan kami mengandalkan iuran dari para anggota dan hasil dari menjadi tourguide pendakian dan rafting”.imbuhnya pula.

Berkaitan dengan pembentukan Unit Penanggulangan Bencana Kecamatan Kertek yang juga melibatkan organisasi ini, pria berkacamata ini mengaku sangat bersyukur, “ kami benar-benar berterimakasih kepada Bapak Camat Kertek yang telah memprakarsai pembentukan unit penanggulangan bencana di Kecamatan Kertek, karena ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Pemerintah dalam penanganan bencana di wilayah.”Bukan untuk kami, tapi justru kami yang akan bekerja lebih maksimal untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.”pungkasnya.

Sebuah contoh yang patut ditiru, ditengah-tengah masyarakat yang semakin cuek, masih ada orang-orang yang berjiwa sosial seperti anak-anak skydoors ini. Sudah saatnya pemerintah lebih memperhatikan keberadaan kelompok-kelompok “tanpa pamrih” seperti ini.

PENGUKUHUAN UNIT PENANGGULANGAN BENCANA KECAMATAN KERTEK

KERTEK-Bertepatan dengan momentum pembukaan kegiatan TMMD Sengkuyung ke- tahun 2011 di lapangan desa Candiyasan, Kecamatan kertek(1/6), dikukuhkan pula Unit Penanggulangan Bencana Daerah (UPBD) Kecamatan Kertek oleh Wakil Bupati Wonosobo, Dra, Hj. Maya Rosida, MM.

Unit yang terbentuk atas prakarsa dari Camat Kertek Agus Wibowo, S.Sos ini merupakan yang pertama di Kabupaten Wonosobo. “Unit ini merupakan jawaban dari tuntutan masyarakat atas penanganan bencana di wilayah” ungkapnya ketika ditemui di sela-sela acara.

UPBD kecamatan Kertek ini beranggotakan sebanyak 490 personil yang terdiri dari unsur masyarakat, pecinta alam, dan perangkat desa mulai dari tingkat RT, RW, dusun dan desa yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Kertek dan berada langsung di bawah camat sebagai unsur komando di tingkat kecamatan.

Pengukuhan unit penanggulangan bencana ini ditandai dengan penyerahan berbagai peralatan penanganan bencana seperti Chainsaw, alat komunikasi, peralatan medis dan tenda pasukan oleh Wakil Bupati Wonosobo dan seluruh unsur Muspida Kabupaten Wonosobo. “ Diharapkan dengan dibentuknya Unit ini, penanganan bencana di Kecamatan Kertek dapat lebih maksimal dan terkoordinasi dengan lebih baik” tambahnya pula.

Dalam acara ini diperagakan pula simulasi penanganan bencana kebakaran yang dilakukan oleh anggota UPBD Kecamatan Kertek dengan melibatkan unsur TNI dan POLRI.

Wakil Bupati Dra. Hj Maya Rosida, MM dalam sambutannya menyatakan pihaknya menyambut baik pembentukan Unit Penanggulangan Bencana ini dan hendaknya dapat diikuti oleh wilayah lain di Kabupaten Wonosobo.

Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu wilayah yang rawan becana, dalam kurun waktu satu tahun terakhir saja tercatat sudah 5 kali terjadi bencana berupa Tanah longsor, Angin puting beliung dan Kebakaran sehingga pembentukan Unit Penanggulangan Bencana ini sangat mutlak diperlukan untuk penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran.

TENTARA MANUNGGAL MEMBANGUN DESA KE-86 TAHUN 2011

KERTEK- Tepat pada hari Rabu (1/6) kemarin dilaksanakan upacara pembukaan Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa ( TMMD ) sengkuyung ke-86 tahun 2011. Kegiatan yang mengambil tempat di lapangan desa Candiyasan, Kecamatan Kertek ini dihadiri oleh seluruh unsur Muspida, Muspika serta dinas instansi di Kabupaten Wonosobo dan Kecamatan Kertek. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol. Arm. Indro Respati.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh inspektur Upacara. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI George Toisutta mengatakan bahwa kegiatan TMMD ini merupakan perwujudan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terbangun selama bertahun-tahun dan merupakan hal penting demi keutuhan NKRI. Disamping itu pula untuk menumbuhkan kembali semangat gotong – royong yang mulai memudar. Ditambahkan pula bahwa kegiatan ini murni perwujudan bhakti TNI terhadap masyarakat dan sama sekali terlepas dari unsur-unsur politis.

Dalam Kegiatan yang direncanakan berlangsung sampai dengan tanggal 21 Juni ini akan diisi dengan kegiatan bhakti masyarakat berupa pengerasan ( rolak-red) jalan desa sepanjang 3 kilometer dengan lebar 5 meter yang menghubungkan desa Candiyasan dan desa Tlogomulyo Kecamatan Kertek.

Upacara pembukaan ini juga diisi dengan pengukuhan Unit Penanggulangan Bencana Daerah (UPBD) Kecamatan Kertek yang merupakan unit penanggulangan bencana pertama di tingkat kecamatan yang terbentuk di Kabupaten Wonosobo.