Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

16 Juli 2009

Upaya Peningkatan PBB 2009


Dalam meningkatkan pemasukan Pajak Bumi dan Bangunan Kecamatan Kertek tahun 2009, Tim Monitoring dan Intensifikasi PBB Kecamatan melakukan upaya pembinaan kepada 11 Desa yang target pemasukan bulanannya tidak sesuai target. Upaya ini ditempuh dengan cara memanggil 11 desa under target yakni Kertek, Reco, Sudungdewo, bejiarum, wringinanom, candiyasan, kapencar, candimulyo, tlogomulyo, sindupaten dan sumberdalem. Dalam kesempatan tersebut semua kades diminta presentasi permasalahan, upaya dan strategi penanganan hingga penetapan target bulan selanjutnya.

Dari 21 desa yang telah lunas baru 2 desa dan 6 desa menyatakan sanggup lunas pada akhir bulan agustus. Sementara sisanya masih menunggu kemungkinan sampai masa jatuh tempo tiba yakni tanggal 30 september 2009.

Dengan target pokok PBB yang diatas 1 milyar lebih ini, Tim PBB yang diketuai oleh Sekcam Agus Wibowo,S.Sos dibantu oleh semua Kepala Seksi dan staf sejumlah 15 orang terus melakukan upaya sejak dini agar pemasukan dapat diintensifkan seawall mungkin. Hal ini mencermati berbagai agenda yang menghalangi upaya penarikan seperti kesibukan pemilu 2009, event 17 agustusan dan puasa maupun lebaran. Pada beberapa kegiatan tersebut biasanya disamping para perangkat desa mengalami peningkatan kesibukan, masyarakat sedang mengalami banyak tarikan iuran maupun pemenuhan kebutuhan hidup yang banyak.

Di akhir acara tersebut Agus WIbowo meminta kepada semua kades untuk mampu menjadi pilar pemacu semangat para perangkat. Kondisi pemerintahan desa yang sudah demikian maju dengan ketersediaan anggaran yang cukup serta peningkatan tunjangan bagi aparat desa hendaknya menjadi motivasi mereka dalam melaksanakan semua kewajibannya selaku aparatur pemerintah. Lebih lanjut ia juga meminta seni dan strategi aparat dalam menarik PBB ke masyarakat hendaknya terus dievaluasi dengan berbagai inovasi supaya mereka bekerja tidak berdasarkan factor budaya kebiasaan.

Tahun ini pihaknya ingin menargetkan pemasukan PBB di Kecamatan ini mendekati 100%. Hal ini mengingat adanya berbagai permasalahan administrasi seperti obyek pajak di Reco yang hampir 70 juta bermasalah dan masih dalam pegurusan ke KP PBB Temanggung. Belum lagi pada kasus pasar kertek yang tidak mau membayar dikarenakan alas an keadilan dengan pasar-pasar besar lainnya di wonosobo yang tidak ada tagihan PBB.

12 Juli 2009

Pelayanan KTP/KK 1 Hari Jadi


Setelah beberapa hari waktu lalu akibat membludaknya permintaan KTP/KK dalam program konversi miyak ke tabung gas, kini sudah satu minggu ini, pelayanan KTP/KK di Kecamatan Kertek kembali normal yakni 1 hari jadi bahkan bisa ditunggu manakala belum banyak permintaan yang masuk. jika dirata-rata jumlah permintaan KTP di wilayah ini per hari mencapai 45 orang, sedangkan pada saat terjadinya konversi gas tiga minggu yang lalu, jumlah permintaan KTP mencapai 300-400 perhari. melalui penambahan jaringan 1 unit yang komputer yang diparalel dengan komputer induk dalam program SIAK, kini kecamatan ini mampu melayani permintaan rata-rata sampai 50 bh perhari.
namun demikian manakala terjadi peningkatan jumlah permintaan di atas rata-rata diatas tentulah akan membebani waktu pemprosesan yang akibatnya molor melebihi 1 hari. kepada masyarakat yang akan mengajukan perpanjangan ataupun pembuatan KTP baru, pastikan :
1. membawa foto kopi kartu keluarga
2. data anda lengkap sesuai data yang ada di Kartu Keluarga.
3. Usahakan perpanjangan/ pengajuan dilakukan saat masa berlaku KTP anda habis.
kebiasaan masyarakat seringkali membuat KTP setelah dituntut suatu kebutuhan mendesak, sementara pada saat masa berlaku KTP tersebut sudah habis, yang bersangkutan tidak sesegera melakukan perpanjangan. seperti kasus-kasus pada penyaluran BLT, Tabung gas dan lain-lain, semuanya membutuhkan bukti KTP. dikarenakan masa berlakunya habis, bahkan ada yang belum memiliki, mereka berbondong-bondong mengajukan secara massal. inilah potret masyarakat kita yang sedang kita mulai untuk lebih tertib kembali.

23 April 2009

Tindak Lanjut Penutupan Gal C.

Berbagai program sedang dijalankan dengan prioritas penanganan pasca penutupan galian C.
Desa Kapencar pada bulan mei nanti akan mendapat bantuan domba untuk kelompok sebanyak 50 ekor. sistemnya secara hibah dan pengguliran kepada kelompok lain. disamping itu juga akan mendapat paket padat karya pembuatan rumah jamur bersama desa Pagerrejo. untuk desa candimulyo dan candiyasan sedang dirumuskan mandapat bantuan ternak masing-masing sebanyak 20 ekor.
sementara untuk membantu para Kepala Keluarga eks penambang sebanyak 1.573 KK telah disalurkan beras gartis sebanyak 30 ton pada tanggal 23 dan 24 april ini. program-program lain yang menyangkut infrastruktur sedang diproses, yang rencananya berupa perbaikan jalan dari candiyasan - damarkasiyan, dan jalan pagerrejo-purwojati sebagai sarana pendukung akses ekonomi pedesaan di sekitar lokasi galian C.
untuk paket-paket seperti peternakan ayam, peternakan domba, pelatihan, dan berbagai masukan warga sedang diusulkan oleh Tim kabupaten, baik ke tingkat propinsi dan pusat. termasuk pula paket reklamasi dan rehabilitasi lahan sedang dalam pengkajian tim.

02 April 2009

KTP Wajib Bagi Semua Warga yang telah 17 th dan telah Menikah

Terkadang masih banyak anggapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak banyk manfaatnya. Anggapan ini mungkin ini bagi mereka yang kesehariannya beraktivitas dari rumah ke ladang saja. Padahal semua sendi kehidupan masyarakat secara administrasi didasarkan pada kartu ini. Mau ke Bank, mau perjanjian, mau urusan apapun, pasti dibutuhkan KTP.

Biaya tidaklah mahal, prosedur memang harus ditempuh melalui RT dan RW. Ini untuk menunjukkan eksistensi kebenaran data mereka supaya akurat. Jangan sampai baru ada kebutuhan yang mendesak baru akan membuat KTP.

Siapa yang Wajib KTP? Yaitu warga masyarakat yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah. SIlahkan bagi anda yang masuk dalam kategori tersebut dan belum ber-KTP segera saja buat. Hubungi RT setempat.

20 Januari 2009

Alokasi Dana Desa tahap II Di MONEV

Tim Pembina ADD Kecamatan Kertek melakukan monitoring dan evaluasi ke semua desa. pelaksanaan monitoring ini selama 2 hari mulai senin sampai dengan selasa 19-20 januari 2009 dengan menerjunkan semua anggota tim. Koordinator lapangan kegiatan monitoring dipimpin oleh Kepala Seksi Pemerintahan Sukirman.
Tujuan diadakannya monitoring dan evaluasi ADD 2008 tahap II ini adalah untuk melihat seberapa jauh hasil pelaksanaan anggaran dimaksud. hal ini untuk menekan adanya penyelewengan maupun kekurangsempurnaan wujud fisik di lapangan. selain itu juga dalam melakukan pembinaan administrasi ADD. seringkali pelaksanaan fisik ADD cukup baik namun kurang didukung oleh sisi administrasi yang benar. tidak heran jika dalam pascanya seringkali terjadi temuan-temuan pemeriksa terkait kekurang tertiban administrasi.
sementara kesuksesan pelaksanaan ADD tersebut dapat dilihat dari empat aspek, yakni aspek mutu, aspek sasaran, aspek waktu dan aspek pertanggung jawaban administrasi. Pemeirntah Kecamatan berharap proses mekanisme ADD hendaknya dicermati secara baik dan menjadi pijakan dasar dalam implementasinya. sebab dengan berpedoman pada aturan inilah tidak akan menjerumuskan pihak pengelola pada upaya pelanggaran hukum.

08 Januari 2009

Kecamatan Kertek adakan Bintek Peraturan desa tentang ADD dan Tatib BPD

Untuk menunjang kelancaran dan suksesnya pelaksanaan Alokasi Dana Desa di wilayah kecamatan Kertek, pada hari Rabu 7 Januari 2009 telah dilaksanakan bimbingan teknis pembuatan peraturan desa tentang ADD dan Pembuatan Tata Tertib BPD di Aula Kecamatan setempat.
Acara yang dihadiri oleh semua kepala desa, ketua BPD, Sekretaris desa dan para bendahara ADD se kecamatan ini, menghadirkan pembicara dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wonosobo.
Menurut Camat kertek, Hadi Soesilo, Maksud tujuan diadakannya kegiatan ini, adalah untuk meningkatkan pengetahuan aparat penyelenggara pemerintahan desa khususnya ADD. Hal ini mengingat besaran nominal ADD yang cukup banyak, sehingga diharapkan tidak terjadi kesalahan baik secara administrasi maupun operasional.
Belajar dari berbagai pengalaman di beberapa desa di kecamatan lainnya, banyak aparat pemerintah desa yang karena ketidaktahuan akan mekanisme pelaksanaan ADD mengakibatkan terkena dampak hukum. Untuk itulah peningkatan kualitas SDM aparat pengelola di tingkat desa perlu mendapat materi tentang bagaimana menyusun peraturan desa tentang ADD. Dengan demikian output penjabaran anggaran dalam ADD dapat terlaksana secara tepat mutu, tepat sasaran dan tepat waktu serta bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara menurut salah satu peserta kegiatan ini yakni Sekdes Kapencar menyatakan sangat berterima kasih karena dengan pembimbingan di awal tahun anggaran ini, pihak pemerintah desa merasa dikawal sejak dini pelaksanaan ADD. Mengingat dalam waktu yang tidak lama, pemerintah desa harus melaksanakan musrenbangdes guna menyusun DURK ADD sebagai pedoman pelaksanaan kegiatannya.

Sementara menurut sekcam Agus Wibowo yang sekaligus Ketua Tim Pembina ADD Kecamatan Kertek menyatakan kegiatan ini didasarkan atas hasil evaluasi ADD 2008, dimana masih banyak kelemahan khususnya bidang administrasi. Dengan bimbingan teknis ini pihaknya mengaharapkan ADD 2009 sejak awal telah diarahkan kepada pencapaian kegiatan secara efisien dan efektif sehingga hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

15 Desember 2008

Peningkatan PBB

Kecamatan Kertek merupakan wilayah yang memiliki pokok PBB terbesar kedua di Wonosobo yakni mencapai Rp. 868.167.575,- Sementara banyak permasalahan yang menghadapi dalam proses pelunasannya. pemasukan PBB Kertek sampai dengan minggu IV desember 2008 ini baru mencapai 87,8 %. Tim penarik sudah diintensifkan tidak saja pada tingkat kecamatan, namun sampai ke tingkat desa yakni melibatkan perangkat desa. Kertek dari dulu nampaknya belum pernah lunas 100 %, namun bukan berarti ini semua tidak bisa LUNAS 100%. i
nilah tantangan yang mesti terus dipacu. sektor ini merupakan primadona bagi desa, karena hasil pemasukan PBB akan dikembalikan ke desa lagi berupa Alokasi Dana Desa. Peran masyarakat sangat penting untuk itu demi kemajuan desa, mari kita tingkatkan pemasukan PBB. tanpa dukungan anda, pemasukan riil PBB wilayah ini takkan mungkin berhasil.
mari kita tunjukkan bahwa Kertek juga mampu seperti Kecamatan lain LUNAS 100%. masalahnya dimana, ada pada pertanyaan berikut: SUDAHKAH ANDA MEMBAYAR PBB TAHUN INI?
nah.......silahkan bagi anda yang belum, tidak ada kata terlambat. demi anda sendiri, bayarlah PBB tepat waktu. jangan ditunda.

04 Desember 2008

Prioritas Program Kecamatan Kertek

8 PROGRAM PRIORITAS KEC. KERTEK 2009

1) Pengentasan kemiskinan, kecamatan ini memiliki jumlah rumah tangga miskin sebanyak 6.193 KK. jumlah ini mencapai 31,5 % dari keseluruhan jumlah rumah tangga yaitu 19.631 rumah tangga. berbagai program yang sedang dan akan terus ditingkatkan antara berupa peningkatan kualitas pelayanan penyaluran beras warga miskin, pengoptimalan penggunaan alokasi dana desa tahun 2009 yang pro poor yakni melalui program pengentasan kemiskinan, pelaksanaan PNPM 2009 secara mandiri dan inovatif berdasarkan skala kebutuhan yang mendasar masyarakat. 2) Penuntasan WajarDikdas 9 tahun dan Buta aksara, sampai saat ini tercatat angka 155 anak usia 7-12 tahun yang belum mengenyam pendidikan setingkat SD. sementara ada pula 434 anak usia 13-15 tahun yang juga belum memperoleh pendidikan setingkat SLTP. Proses penanganan wajardikdas sampai tahap ini masih memetakan masalah, dimana jumlah data tersebut sedang di teliti riil kondisi di lapangan. hal ini terkait dengan kebanyakan keberadaan fisik mereka yang sudah terlanjur bekerja di luar kota, ada yang memiliki keterbatasan seperti cacat mental serta faktor budaya, semangat bersekolah dan ketidakmampuan orang tua. Hasilnya akan teridentifikasi jumlah sasaran yang bisa digarap riil pada tahun ajaran 2009/2010. sementara sisa garapan yang belum tergarap akan ditindaklanjuti pada program berikutnya, dengan meminta kesanggupan para orang tua mereka masing-masing. permasalahan yang dihadapi cukup pelik. budaya bersekolah yang masih rendah dan ketidakberdayaan orang tua menjadi faktor utama pemicu. upaya yang dilakukan melalui pendekatan ke orang tua, dan mencari solusi bagi pembebasan biaya sekolah setingkat itu. berbagai kran komunikasi dijalin untuk menjembatani masalah ini, tidak saja tanggung jawab unsur akademisi Dinas Pendidikan dan para guru, namun sudah sampai pada keterlibatan semua komponen stakeholder masyarakat desa setempat. disamping itu tak kalah penting hambatan faktor geografis dan ketersediaan sarana dan prasarana yang kurang memenuhi, menjadi satu persoalan sendiri yang ternyata menjadi faktor pelemah semangat bersekolah bagi anak. upayanya adalah sedang dirumuskan akan pembentukan sekolah satu atap di beberapa titik lokasi terpencil. 3) Pengurangan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta penanggulangan Gizi buruk. Secara umum jika dilihat pada AKB dan AKI tahun 2008 ini, jumlah angkanya menurun dari tahun 2007 lalu. tahun 2008 AKI 3 orang Ibu dan AKB 41 orang anak menurun dari angka 2007 AKI 4 orang dan AKB 58 anak. namun demikian jumlah angka ini akan diupayakan ditekan pad tahun 2009 melalui berbagai program kegiatan seperti mengoptimalkan Program P4K, Pelayanan posyandu, pengoptimalan peran kader dan bidan desa untuk melakukan deteksi dini, serta pengoptimalan program desa siaga. upaya yang dilakukan ini lebih banyak bersifat prefentif untuk menekan adanya angka prefalensi AKI dan AKB. sementara di bidang peningkatan gizi bagi anak, masih terdapat 13 orang balita yang kekurangan gizi. program yang sedang dijalankan oleh puskesmas Kertek 1 dan 2 dengan cara melakukan pendampingan secara kontinue melalui pemberian tambahan makanan bergizi dan vitamin. sementara upaya pembinaan juga dilakukan khususnya pendekatan kepada orang tua agar lebih memperhatikan buah hatinya sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan sempurna. guna mendukung itu, semua kepala desa juga menganggarkan pos ADD pada pemenuhan peningkatan giizi melalui PMT anak dan peningkatan sarana posyandu. disamping itu peran PKK juga ikut terjun secara terpadu bersama lembaga-lembaga desa. 4) Penanganan kerusakan lingkungan hidup. Kecamatan Kertek saat ini memiliki 2.110 Ha lahan kritis yaitu 25,1 Ha akibat galian C dan 2.084,9 Ha akibat pengelolaan lahan yang tidak pro lingkungan. mengapa seluas ini? karena potensi kertek khususnya daerah di lereng Gunung Sindoro memiliki potensi pada agrobisnis jenis tanaman semusim seperti tembakau dan sayur mayur. langkah yang telah dilakukan melalui Gerakan Wonosobo menanam dan Gerakan rehabilitasi lahan menghasilkan output penanganan seluas 350 Ha. sisanya 1.434,9 Ha inilah tahun 2009 akan digarap melalui berbagai program lanjutan. sementara akibat galian C seluas 25,1 Ha dimana terdiri atas 95 titik lokasi di 7 Desa ini, tahap ini adalah proses penutupan. permasalahannya adalah di semua lahan itu terdapat 719 pekerja yang notabene menghidupi 1.021 anggota keluarga. upayanya adalah mencarikan solusi pekerjaan pengganti penambang yakni yang sedang dala rintisan berupa budidaya jamur kuping dan sitake, peternakan domba dan pengembalian profesi ke habitat semua. 5) Penanganan stabilitas keamanan dan ketentraman, Kertek yang merupakan kategori sumbu pendek, menjadikan wilayah ini sering terjadi letupan berbagai permasalahan kriminal baik perseorangan maupun massa. upaya yang terus dilakukan berupa pembinaan dan pendekatan ke semua tokoh kunci. langkah ini untuk usaha prefentif dan pendeteksian dini pada berbagai titik kerawanan. 6) Penurunan laju pertumbuhan penduduk 1 % melalui Program Keluarga Berencana, Jumlah penduduk akhir oktober tahun 2008 sebanyak 81.942 jiwa sementara jumlah PUS sebanyak 15.469 akseptor. sampai dengan akhir desember ini target peserta KB aktif telah melampui 100%. 7) Pengoptimalan pemasukan Pajak Bumi dan Bangunan PBB Kertek merupakan primadona kedua setelah Kecamatan Wonosobo. jumlah pokoknya mencapai 800an juta dan sampai saat ini telah terrealisasi mencapai 85%. upaya ini tidaklah mudah karena berbagai hambatan baik dari para WP, Obyek yang bermasalah, dan kurangnya intensifikasi petugas penarik. dari sisa waktu ini terus diupayakan baik melalui pembinaan turun ke bawah, pemanggilan WP dan petugas pemungut, apel PBB, maupun pemberian sanksi teguran kepada semua lini sesuai bidangnya. hasilnya diharapkan mampu mencapai paling tidak 90% dan 8) Pengoptimalan potensi unggulan Kecamatan. Berbagai potensi unggulan yang ada cukup beragam dari mulai UKM, sosial budaya, potensi alam maupun sumber daya manusia. problemnya cukup beragam. inilah yang menjadi tantangan. pada sektor UKM kecamatan sedang merumuskan upaya promosi produk lokal yang lebih berkualitas dan kompetitif. sementara pada sektor lainnya tengah diupayakan melalui koordinasi lintas sektoral untuk menerima pembinaan untuk peningkatan skillnya.

02 Desember 2008

PROFIL KEC. KERTEK

PROFIL KECAMATAN KERTEK KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2008

A. GAMBARAN UMUM

Kecamatan Kertek merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Wonosobo yang merupakan daerah pegunungan. Secara kewilayahan Kecamatan ini terbagi dalam 19 Desa dan 2 Kelurahan, didalamnya terbagi dalam 72 Dusun, 151 RW dan 731 RT. Jumlah Penduduk Kecamatan Kertek adalah terbesar Kedua di Kabupaten Wonosobo setelah Kecamatan Wonosobo, yaitu sebesar 81.942 jiwa dengan perincian Laki-laki sebanyak 41.609 jiwa dan perempuan sebanyak 40.333 jiwa. laju pertumbuhan penduduk tahun 2008 sebesar 0,076%. Jumlah penduduk tersebut terbagi dalam Kepala Keluarga sebanyak 21.899 KK.

Luas Wilayah Kecamatan ini 6.214.365 Ha dengan ketinggian 700 m hingga 1.150 m diatas permukaan laut. Iklim tropis mewarnasi wilayah pegunungan ini, dengan pembagian 2 musim setiap tahunnya yakni Kemarau pada bulan April sampai dengan September dan hujan pada bulan Oktober sampai dengan maret. Suhu udara kawasan ini terbilang sejuk, dimana rata-rata pada siang hari berkisar antara 26 – 29 ˚C dan malam hari turun menjadi 20 ˚C. tak heran apabila wilayah ini memiliki banyak potensi khususnya dibidang pertanian menjadi sumber mata pencaharian mayoritas penduduknya.

Kecamatan Kertek yang juga merupakan barometer kedua setelah Kecamatan Wonosobo, memiliki berbagai potensi unggulan yaitu:

  1. Home Industri Sepatu Klilin Desa Sindupaten.
  2. Home Industri Kerajinan Tembaga dan Alumunium Desa Surengede
  3. Home Industri Pande Besi Desa Purwojati, Sumberdalem dan Sindupaten.
  4. Home Industri Anyaman Bambu Desa Karangluhur
  5. Home Industri makanan Rengginang Desa Karangluhur.
  6. Home Industri mebelair rumah tangga Desa Bojasari.
  7. Potensi produk sayur-sayuran dan holtikultura di semua Desa.
  8. Potensi Perikanan Darat di Kel. Kertek, Desa Surengede, Sindupaten, sudungdewo dan Ngadikusuman.
  9. Potensi Wisata Bedakah Desa Tlogomulyo, Damarkasiyan dan Pagerejo
  10. Potensi Kesenian tradisional dan campursari Kelurahan Kertek.

B. KONDISI FISIK DASAR

  1. Geografis

Secara Geografis, Kecamatan yang merupakan bagian dari 15 Kecamatan di Kabupaten Wonosobo, memiliki perbatasan ;

Sebelah utara dengan Kabupaten Temanggung, Sebelah timur dengan Kecamatan Kalikajar, Sebelah Selatan dengan Kecamatan Selomerto dan Sebelah Barat dengan Kecamatan Wonosobo.

Pusat Pemerintahan Kecamatan kertek berjarak 8 Km dari Ibukota Kabupaten Wonosobo dan berjarak 112 Km dari Ibukota Propinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini merupakan pintu gerbang Kabupaten Wonosobo dari arah Ibukota Propinsi Jawa Tengah. Kecamatan ini berada di lereng Gunung Sindoro dan diapit dua Gunung yaitu Sindoro dan Sumbing. Tak heran kalau wilayah ini merupakan kota satelit kedua setelah Ibukota Kabupaten dan tak jarang menjadi singgahan turis domestik maupun mancanegara karena keindahan panorama alam yang dimiliki.

  1. Luas Wilayah

Luas Kecamatan Kertek adalah 6.214.365 Ha, dengan penggunaan lahan atas lahan sawah seluas 1.705.284 Ha dan lahan bukan sawah seluas 4.509.081 Ha. Untuk lahan sawah tersebut terbagi penggunaannya menjadi sawah irigasi teknis seluas 491.891 Ha, sawah irigasi setengah teknis seluas 296.730 Ha, sawah irigasi sederhana seluas 886.443 Ha dan sawah tadah hujan seluas 30.220 Ha. Sementara penggunaan lahan bukan sawah terbagi atas Pekarangan dan bangunan seluas 362.954 Ha, untuk Tegalan dan Kebonan seluas 2.275.767 Ha, Kolam ikan seluas 11.144 Ha, Hutan Negara seluas 1.382.900 Ha, Perkebunan Negara/swasta seluas 285.029 Ha dan lain-lain seluas 191.287 Ha.

Secara administrasi dari 19 Desa dan 2 Kelurahan di Kecamatan Kertek dapat terperinci pembagian wilayahnya sebagai berikut:

No

Desa/Kel

Dusun

Lingk/dukuh

1

Sindupaten

5

5

2

Surengede

4

4

3

Bojasari

5

6

4

Kertek

4

7

5

Sumberdalem

2

5

6

Purwojati

3

4

7

Karangluhur

4

9

8

Ngadikusuman

4

5

9

Wringinanom

2

2

10

Sudungdewo

3

5

11

Bejiarum

3

5

12

Damarkasiyan

3

3

13

Banjar

2

2

14

Tlogodalem

4

4

15

Tlogomulyo

3

4

16

Pagerejo

6

6

17

Candimulyo

4

4

18

Purbosono

3

3

19

Candiyasan

4

4

20

Kapencar

2

2

21

Reco

4

6


Jumlah

72

95

C. KONDISI PEMERINTAHAN

Kecamatan Kertek secara Administrasi Pemerintahan terbagi dalam Pemerintah Desa sebanyak 19 dan Pemerintah Kelurahan sebanyak 2 Kelurahan. Jumlah perangkat desa yang membantu penyelenggaraan pemerintahan di desa/kelurahan sebanyak 309 orang. Sementara luas tanah bengkok se Kecamatan Kertek adalah 334.406 Ha dan luas tanah Kas Desa 23.408 Ha.

Adapun berbagai sarana dan prasarana yang mendukung baik proses pemerintahan, pembangunan maupun sosial kemasyarakatan yaitu;

  1. Jumlah Balai Desa 19 buah dan jumlah Kantor Desa/Kel sebanyak 21 buah.
  2. Jumlah DAM sebanyak 47 buah.
  3. Jumlah Jembatan sebanyak 30 buah
  4. Panjang jalan klas III 14 km
  5. Panjang jalan klas V 14 km
  6. Panjang jalan desa yang beraspal 9,9 km dan bukan aspal 64,3 km.
  7. Jumlah Puskesmas 2 buah, Puskesmas pembantu 4 buah, Posyandu 101 buah dan Polindes 10 buah.
  8. Jumlah Masjid sebanyak 104 buah, Mushola 179 buah, Gereja 2 buah Vihara 1 buah dan Pure 1 buah.

Nama-nama Kepala Desa/Kel, dan Sekretaris Desa/Kel saat ini adalah:

No

Desa/Kel

Kades/Kel

Sekdes/Kel

1

Sindupaten

Drs. Ridlo

Pamujo Tri S

2

Surengede

H Supri Giyanto

Supardi

3

Bojasari

Muslih

Edi sugiyanto

4

Kertek

Rustiono

Umaryono

5

Sumberdalem

Rahmad

A.Eric M

6

Purwojati

Nurdin M

Eni setyowati

7

Karangluhur

Sucipto

Suparman Sag

8

Ngadikusuman

Safuan Haryanto

K.Zubaedi

9

Wringinanom

Urip P.S.Sos

Dwi Sukarti

10

Sudungdewo

Khomsun

Badawi

11

Bejiarum

Isnaeni

Salimin

12

Damarkasiyan

Sugijono

Pambudi R

13

Banjar

Madiyo HS

Taryono

14

Tlogodalem

Drs. Nurbudi S

M.Isnaeni

15

Tlogomulyo

Nasrudin

Walyoto

16

Pagerejo

Udi Wahyudi SE

Kusno Wijoyo

17

Candimulyo

Ihsanudin

Samanhudi

18

Purbosono

Sugiyanto

Sutrisno Utomo

19

Candiyasan

Setyawan

Sudiyono

20

Kapencar

Dwi Retnoningsih

Hardi

21

Reco

Kribowo

Mardi Utomo