31 Mei 2012

KESEMPATAN MAJU DAN BERKARIR BERSAMA BMT MARHAMAH


Inilah saat dan tempat yang tepat
Untuk membangun prestasi dan berkarir
Dengan pendapatan dan insentif yang kompetitif

Berpengalaman lebih dari 17 tahun serta didukung manajemen yang profesional, tata amanah , independen, mandiri, profesional dan kekeluargaan

Oleh karena itu pada tahun 2012 ini BMT Marhamah membuka kesempatan kepada anda yang menyukai tantangan untuk maju dan mengembangkan karir bersama kami




LOWONGAN DAN KUALIFIKASI:
  • Job Marketing, Laki-laki Pendidikan D3 / S1
  • Job Administrasi Pembukuan, Wanita Pendidikan SMK Akuntansi
  • Job Teller, Wanita Pendidikan minimal SMK Akuntansi
KULIFIKASI KHUSUS :
  • Nilai minimal SMK : 7,0 dan IP minimal D3/ S1 : 2,7
  • Usia maksimal 28 tahun dan diutamakan memiliki sepeda motor
  • Jujur, amanah dan berperilaku Islami
  • Memiliki motivasi tinggi dan terbiasa bekerja dengan target
  • Memiliki inovasi, kreatifitas tinggi serta memiliki daya berfikir dan analisa yang kuat
  • Sanggup dan bersedia menyertorkan Modal Penyertaan Sejumlah Rp 15.000.000,00
PERSYARATAN PENDAFTARAN :
  • Surat Lamaran Kerja
  • Daftar Riwayat Hidup
  • Fotocopy Ijazah dan transkrip nilai terakhir
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/ Polsek setempat
  • Kartu AK-1 Depnakertrans
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy Akta Kelahiran
  • Pas Foto terbaru ukuran 3x4 2 lembar
Kirimkan Lamaran anda ke Divisi SDM BMT Marhamah JL.Tumenggung Jogonegoro KM o,5 Wonosobo paling lambat tanggal 15 Agustus 2012 atau datang langsung pada Job Fair Disnakertrans tanggal 3 Juli 2012.

20 Mei 2012

RUSAK BERAT, "JALAN ASPIRASI" DIBONGKAR WARGA


WONOSOBO - Ratusan warga Desa Kapencar, Kecamatan Kertek membongkar jalan desa rabat beton yang dibangun menggunakan dana aspirasi DPRD Wonosobo tahun 2011, Jumat (18/5). Pembongkaran itu dilakukan karena  jalan tersebut sudah rusak parah dan sering terjadi kecelakaan. Jalan desa sepanjang 500 meter lebih yang dibangun pada November 2011 itu sudah mengalami kerusakan sejak satu bulan setelah proses pembangunan selesai.  

Kepala  Dusun Kapencar, Desa Kapencar, Sumarsono mengatakan, jalan yang dibongkar itu sepanjang 20 meter. Rencananya jalan lain yang sudah rusak juga akan dibongkar secara bertahap. Sepanjang 480 meter yang dibangun menggunakan dana aspirasi itu  kondisinya juga rusak parah. Padahal jalan itu dibangun bermaksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah melaporkan kondisi itu kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Waktu itu Pemkab berjanji akan segera memperbaiki kerusakan jalan itu, namun setelah ditunggu lama pembangunan itu tak kunjung direalisasi. Akhirnya warga berinisisatif untuk membongkar jalan tersebut.  Pembongkaran jalan itu dilakukan setelah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Kapencar.

Pihaknya sudah membuat berita acara terkait pembongkaran jalan tersebut. "Pembongkaran itu merupakan keinginan warga," katanya.  Kades Kapencar, Dwi Retnoningsih mengatakan, pembangunan jalan itu tidak melibatkan masyarakat dan pihak Pemerintah Desa Kapencar. Proyek itu dilakukan oleh pihak ke tiga dengan kualitas bangunan jelek. Baru satu bulan dibangun, jalan itu sudah mengelupas. Banyak batu yang lepas dari bangunan menyerupai sungai kering. Akibatnya, di jalan tersebut sering terjadi kecelakaan.  "Kualitas jalan sangat jelek," paparnya. Dalam waktu dekat pihaknya akan melaporkan hal itu kepada Pemda untuk dapat ditindaklanjuti. Setelah membongkar jalan, warga kemudian membenahi jalan menjadi jalan rolakan menggunakan sisa batu jalan sebelumnya. 

Dijelaskan, program pembangunan seharusnya bisa membantu masyarakat dan bukan membebani masyarakat. Jika kondisi jalan di Desa Kapencar tidak diperbaiki maka warga mengancam akan menolak alokasi dana aspirasi. "Program itu tidak sesuai dengan bestek yang ada," ungkapnya. Jika Pemkab akan memperbaiki, imbuh dia, warga berharap untuk dilibatkan secara langsung dalam proyek itu sehingga bisa mengontrol jalannya pembangunan. Rinto Hariyadi

WWW.SUMBERDALEM.COM PORTAL DUNIA MAYA DESA SUMBERDALEM


KERTEK - Pemanfaatan Teknologi informasi (IT) seakan-akan menjadi kebutuhan pokok dewasa ini. Mulai dari anak-anak usia sekolah dasar sampai dengan ibu-ibu rumah tanggapun telah mengenal teknologi ini. Media sosial seperti facebook dan twitterpun laris manis bak kacang goreng. Namun ironisnya pemanfaatan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat ini masih sebatas sebagai sarana hiburan, shopping, ataupun sebagai sarana curhat belaka. Padahal dibalik semua itu, teknologi informasi mempunyai manfaat yang sangat besar di bidang yang lain.

Desa Sumberdalem dengan jumlah pengguna internet yang terbilang besar, yaitu hampir setengah dari jumlah penduduknya,  telah mencoba untuk memanfaatkan IT dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Mulai dari yang sederhana seperti administrasi surat menyurat, kependudukan, database profil desa, kearsipan sampai dengan pemanfaatan internet sebagai sumber informasi bagi masyarakat. Bahkan sejak awal tahun 2011 desa ini telah mempunyai website sendiri. ”Website ini berawal dari blog sumberdalem yang kami buat pada tahun 2010 sebagai media informasi bagi masyarakat,” tutur Sunar (38), admin website Desa Sumberdalem.

Situs Desa Sumberdalem ini dapat diakses melalui alamat www.sumberdalem.com dan berisikan informasi-informasi penting seputar desa sumberdalem.”Website ini memuat berbagai informasi seputar pemerintahan, pertanian, serta potensi-potensi yang terdapat di sumberdalem,”imbuh Sunar.

Pemerintah desa sumberdalem sendiri merasa sangat terbantu dengan pemanfaatan teknologi informasi ini,”Dengan penggunaan IT di bidang pemerintahan sedikit banyak dapat meringankan beban tugas pamong desa, baik di bidang administrasi maupun di bidang kemasyarakatan,”ungkap Rohmat, kepala desa sumberdalem.

“Dan kami bangga karena sepengetahuan kami baru desa sumberdalem yang mempunyai website,terutama di wilayah Kecamatan Kertek,”imbuhnya.

Memang tak bisa dipungkiri penggunaan teknologi informasi khususnya bagi instansi pemerintah masih sangat minim. Hal itu ditambah dengan jaringan internet yang belum menyentuh sampai ke pedesaan. “Sementara ini kami masih menggunakan modem pribadi untuk mengakses internet karena memang di sumberdalem ini belum terdapat jaringan internet,”aku Sunar.

Keberadaan website sumberdalem ini dinilai positif oleh masyarakat desa karena disamping sebagai sumber informasi, situs ini juga menyediakan ruang publik bagi warga yang mempunyai uneg-uneg, pertanyaan, kritik dan saran bagi pemerintah desa.”Kami sangat menyambut baik adanya website ini karena kami dapat mengakses segala informasi mengenai desa kami dengan cepat dan transparan,”tutur Rofik (26) salah seorang warga. 

14 Mei 2012

IKON UNGGULAN YANG HAUS SENTUHAN


SAPURAN – Kabupaten Wonosobo menyimpan banyak potensi terpendam yang masih harus digali. Salah satunya ialah kerajinan anyaman bambu dari Desa Rimpak, Kecamatan Sapuran. Dari 1.375 KK yang menghuni desa yang terletak sekitar 20 km dari pusat kota Sapuran ini, 700 KK diantaranya merupakan perajin anyaman bambu.

Tidak jelas awal mula kerajinan anyaman di desa ini, Namun menurut Kepala Desa Rimpak, Zaeni (44), keterampilan membuat anyaman bambu yang dipunyai oleh warganya ini merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang warga Rimpak,” Saya sendiri tidak tahu pasti, karena kerajinan ini sudah ada sejak jaman dahulu.”

Tidak mengherankan apabila di wilayah desa ini banyak ditemukan rumpun bambu dari berbagai jenis.

Hasil kerajinan anyaman bambu disini sangat beragam, mulai dari keperluan rumah tangga seperti cething, besek, dan tampah hingga asesoris-asesoris cantik seperti tas, vas bunga dan tempat kosmetik, dapat dibuat oleh warga Rimpak. Usia perajin di desa inipun sangat bergam, mulai dari simbah-simbah sampai dengan anak usia sekolah. Sang Kepala desapun tak mau ketinggalan untuk menjadi salah seorang perajin.

Proses pembuatan anyaman ini memang tak mudah. Sangat dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dari pembuatnya. “ Dalam satu minggu, rata-rata kami dapat menghasilkan 1000 buah kerajinan rumah tangga sederhana, namun untuk kerajinan seperti asesoris produksinya masih sangat terbatas karena jumlah perajin yang masih sedikit dan juga prosesnya yang rumit,”imbuh pria yang pernah mengenyam pelatihan seni anyaman bambu di Tasikmalaya dan Yogyakarta ini.

Dalam membuat 1 jenis asesoris seperti tas dibutuhkan paling tidak 10 kali proses mulai dari pemilihan bahan baku, penganyaman, perendaman sampai dengan pewarnaan dan finishing. Harga kerajinan inipun bervariasi, mulai dari 2 ribu sampai 200 ribu.

Untuk mengatasi keterbatasan produksi, khususnya asesoris dan hiasan, di desa ini telah dibentuk kelompok perajin yang beranggotakan 25 orang yang dikoordinir oleh organisasi Fatayat-Muslimat setempat. Disamping pelatihan secara mandiri, kelompok ini juga telah mendapatkan bantuan berupa permodalan, peralatan dan pelatihan yang diadakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonosobo.

Pihak desa juga sedang merintis kerjasama dengan sekolah setempat untuk memasukan anyaman sebagai salah satu muatan lokal bagi siswa.”Selain sebagai komoditas komersial, kami juga berharap agar anyaman ini dapat dipakai sebagai sarana edukasi sehingga nantinya kerajinan anyaman ini dapat terus hidup dan berkembang,”tambahnya pula.

Mahasin (35), salah seorang perajin mengaku senang dengan adanya perhatian dari pemerintah,”Kami merasa sangat terbantu dengan adanya perhatian dari pemerintah terutama dengan adanya pelatihan, kami juga berharap agar pelatihan-pelatihan kerajinan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kami dapat terus berinovasi.”

Kualitas produk yang dihasilkan tak kalah dengan produk-produk serupa dari daerah lain. Tak heran  apabila anyaman bambu dari Rimpak ini sering didapuk untuk mengikuti pameran di luar daerah dan menjadi salah satu ikon kerajinan dari Kabupaten Wonosobo.

Keberhasilan yang dicapai ini tak serta merta membuat warga desa ini puas. Hal ini disebabkan karena masih ada hambatan yang mengganjal. Hambatan utama yang dihadapi adalah minimnya jumlah perajin dan juga kesulitan pemasaran,”Sementara ini pemasaran produk asesoris kami hanya berdasarkan pesanan saja, promosinyapun hanya sebatas melalui pameran dan getok tular, selain itu karena minimnya jumlah perajin,  membuat kami belum berani untuk menerima order dalam jumlah besar, “tutur Zaeni.


“Kami masih sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak terutama di untuk promosi dan pemasaran karena kami berharap kerajinan anyaman bambu ini dapat dikenal oleh masyarakat luas dan tidak hanya sebagai ikon saja namun juga untuk meningkatkan taraf hidup warga ,”pungkasnya.

07 Mei 2012

KERAJINAN WAYANG KULIT, MENCOBA BERTAHAN DI TENGAH GEMPURAN ZAMAN


KERTEK - Arus globalisasi dan digitalisasi yang semakin deras dewasa ini membuat nilai-nilai tradisi semakin terpinggirkan. Tak mengherankan apabila semakin banyak generasi muda yang lupa akan akar tradisinya sendiri.

Hal itu sepertinya tak berlaku bagi Untung Suprapto (62) dan keluarganya, Warga dusun Sambon, Desa Sumberdalem, Kecamatan Kertek ini telah bertahun-tahun menekuni profesi sebagai pembuat wayang kulit.”Saya mulai membuat wayang sejak tahun ’67,”ungkapnya.

Berasal dari keluarga seniman membuat Untung tetarik untuk mempelajari pembuatan wayang.”Awalnya saya hanya membantu orangtua memahat, namun lama kelamaan saya tertarik untuk mempelajari pembuatan wayang,”tutur Untung.

Hanya dibantu oleh buku berjudul “Pedoman Wayang Solo” terbitan tahun 1813-selebihnya dilakukan secara otodidak-, Untungpun mulai mencoba untuk membuat wayang. Untuk benar-benar menguasai teknik pembuatan wayang, Untung memerlukan waktu 12 tahun trial and error, sebab menurutnya tiap tokoh wayang memiliki kekhasan sendiri disamping harus menyesuaikan pakem masing-masing daerah seperti wayang Mataraman, Banyumasan, Kedu, dan Surakarta.

Dalam membuat wayang kulit diperlukan  ketelitian dan kesabaran yang ekstra karena dibutuhkan sedikitnya 10 kali proses dalam pembuatan 1 karakter wayang. Tak heran apabila dalam membuat 1 tokoh wayang saja dibutuhkan waktu 6-10 hari. Harga 1 tokoh wayangpun sangat bervariasi tergantung dari tingkat kesulitannya. Harga wayang kulit buatan Untung ini dibanderol antara 400 ribu hingga 1,5 juta rupiah.

Kini Untung tak sendiri, bersama dengan salah seorang anaknya, Djito Hermansyah (26), bapak 5 orang anak ini bahu membahu untuk membuat kerajinan wayang kulit. Pemesannya pun tak tanggung-tanggung, mulai dari orang awam, kolektor sampai dengan dalang kondang pernah memesan wayang kulit buatan Untung.

Tak hanya wayang, dirumah sekaligus bengkel seninya, berbagai kerajinan seperti patung, topeng, hiasan dinding,  lukisan serta berbagai perlengkapan penari bisa dibuat Untung. Kualitasnyapun tak kalah dengan hasil kerajinan dan pahatan dari daerah lain.

Pembuatan wayang kulit yang digeluti Untung dan keluarganya ini bukannya tak menemui kendala. Kendala permodalan dan juga semakin berkurangnya penggemar wayang kulit seringkali membuat usaha keluarga ini tersendat,”Jumlah pemesan kerajinan terutama wayang kulit, kami rasakan setiap tahun semakin berkurang,”ungkap pria asli Wonosobo ini.

Hal ini diperparah dengan tidak pernah dilakukannya promosi secara intensif, ”Promosi yang kami lakukan baru sebatas getok tular di kalangan perajin dan budayawan, bahkan kamipun belum pernah diikutkan dalam acara pameran maupun ekspo baik ditingkat lokal maupun luar daerah,”ungkap Untung.

“Kami berharap agar ada perhatian lebih bagi para perajin wayang kulit seperti kami agar nantinya budaya-budaya adiluhung seperti wayang kulit ini tidak hilang ditelan jaman,”pungkasnya.

Kegigihan Untung dan keluarganya yang tetap mempertahankan tradisi ditengah-tengah arus perubahan zaman yang semakin ganas ini patut diacungi jempol. Tak banyak yang bisa diperbuat memang, namun paling tidak nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi masyarakat kita dapat terus terjaga.

22 April 2012

PENGAWASAN USULAN APBDes DIPERKETAT


SAPURAN - Pemerintah Kecamatan Sapuran memberlakukan pengetatan pengawasan terhadap penyusunan APBDes. Hal itu dilakukan untuk menghasilkan produk usulan APBDes yang tepat sasaran dan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Caranya, semua pemerintah desa diwajibkan memberikan paparan terkait usulan APBDes di hadapan tim verifikasi tingkat kecamatan. Paparan itu dilakukan di aula Kecamatan Sapuran, kemarin.

Camat Sapuran, Agus Fajar Wibowo mengatakan, dari hasil paparan itu masih terdapat beberapa usulan pembangunan desa yang kurang sesuai dengan ketentuan. Karena dalam paparan tersebut terdapat dialig, akhirnya kesalahan tersebut dapat segera dibahas untuk dibenahi sehingga ketika usulan itu masuk ke kabupaten sudah dalam keadaan baik. "Metode ini sengaja diterapkan agar kerja tim lebih efektif," katanya.

Dia menjelaskan, pengawasan APBDes terdiri dari tiga tahap yakni pra, sedang dan paska pencairan APBDes. Tahap itu baru tahap pra pengusulan APBdes untuk meminimalisasi terjadinya kesalahan usulan. Untuk sementara, dari 16 kelurahan/desa yang ada di Sapuran, baru enam desa yang melaksanakan paparan tersebut sesuai dengan kesiapan desa. "Paparan tersebut ternyata membantu pihak desa untuk memahami sistem pengusulan APBDes. Harapannya metode ini akan terus dikembangkan tiap tahun," ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Kecamatan Sapuran, Kuspriyanto mengatakan, dari paparan tersebut diketahui bahwa usulan pembangunan sarana fisik masih mendominasi. Usulan kedua yakni sektor pengembangan ekonomi, ketiga bidang kesehatan dan pemberdayaan sosial. 

Dia menyebutkan, sistem itu berimbas pada perbaikan kualiatas usulan dari pemerintah desa berdasarkan musyawarah bersama. Usulan APBDes itu paling lambat selesai pada awal Juni, untuk tahap pertama, dan awal Oktober untuk tahap kedua. Pada paparan tersebut melibatkan kepala desa, sekretaris desa dan bendahara. 

Metode ini, lanjut dia, terbilang baru. Pada tahun sebelumnya, tim verifikasi hanya memeriksa kelengkapan administrasi saja sehingga tingkat kualitas kontrolnya berkurang. Dengan metode sekarang tim lebih jelas melakukan seleksi karena pihak desa secara langsung menjelaskan usulan berikut landasan pemikirannya. "Dalam paparan itu terjadi dialog," ucapnya. (Rinto)

PERAJIN TUNGKU KAYU MASIH EKSIS


KALIKAJAR - Kebijakan konversi gas yang dilakukan pemerintah ternyata tidak menyurutkan semangat industri rumahan pembuat tungku kayu. Bahkan produksinya terus meningkat yang pemasarannya tersebar di lokal dan luar Wonosobo. Salah satunya di Dusun Campursari, Desa Tegalombo, Kecamatan Kalikajar. Di dusun tersebut saat ini masih terdapat sekitar enam perajin tungku kayu yang bahan bakunya dari pasir dan semen alias tungku cetak cor. Ke enam perajin itu yakni Slamet, Markodi, Sinyar, Maryoto, Sudar dan Sirus. Mereka menggeluti usaha pembuatan tungku kayu kurang lebih sudah sepuluh tahun. 

Dusun tersebut merupakan sentra perajin tungku kayu terbesar di Wonosobo yang produksinya mencapai 200 buah per perajin dalam jangka waktu sebulan. Produksi itu terbilang cukup besar, dimana dalam waktu satu bulan mereka bisa membuat sekitar 1.000 tungku kayu. Meskipun mereka menjalankan usaha secara mandiri, namun dalam segi pemasaran mereka sudah membuat kesepakatan dan sistem pasar sehingga mereka tidak saling bersaing melainkan saling mendukung. 

Dalam segi pemasaran mereka tidak mengalami kesulitan berarti, karena tungku buatan mereka selalu habis terjual di pasaran baik lokal maupun luar Wonosobo seperti di Temanggung, Magelang dan Purworejo. Untuk tungku berlubang satu biasa dijual seharga Rp 30.000 per buah, tungku berlubang 2 dijual antara Rp 50.000 sampai Rp 70.000 tergantung jenisnya. Sementara untuk tungku berlubang 3 biasa dijual seharga Rp 130.000 per buah. 
   
Berdasarkan penuturan perajin tungku, Slamet, usaha pembuatan tungku masih akan bertahan lama mengingat minat masyarakat dalam menggunakan kayu bakar masih sangat tinggi, terutama masyarakat desa. Sebagian besar masyarakat desa saat ini masih menggunakan kayu bakar untuk masak, karena potensi kayu yang masih sangat banyak. Sebagian masyarakat lagi hingga kini masih takut untuk menggunakan tabung gas.    

Tungku buatan warga Dusun Campursari itu memiliki kualitas yang cukup bagus dimana konstruksinya kuat karena terbuat dari cor semen dan pasir yang rangkanya terbuat dari besi. Selain itu, tungku buatan mereka irit kayu bakar karena api yang dihasilkan bisa fokus. Pangsa pasar mereka beragam mulai dari pelaku industri, warga dan pedagang. Dalam satu hulan rata-rata per perajin mampu menjual 100 - 150 tungku. "Dagangan laris biasanya saat memasuki Maulid Nabi dan Ramadhan," tutur Slamet. (Rinto)

"PETRO" RAYAKAN ULTAH KE-2


KECERIAAN tampak jelas terpancar di wajah puluhan anggota Perhimpunan Tuna Rungu Wonosobo (Pertro) saat menggelar perayaan hari jadi Pertro ke-2 di aula Dinas Sosial, Minggu (22/4). Mereka berkumpul untuk berbagi cerita dan bermain bersama. Uniknya, mulai dari panitia penyelenggara, peserta dan instruktur permainan merupakan penyandang cacat tuna rungu. 

Kendati demikian kegiatan itu berjalan lancar dan meriah menggunakan bahasa yang mereka pahami untuk berkomunikasi.  Para alumni Yayasan Karya Bhakti dan Dena Upakara Wonosobo itu bersemangat mengikuti kegiatan diantaranya bermain meniup balon dan menggambar dengan mata tertutup. 

Menurut Pembina Pertro, Bernadeta Tumirah, kegiatan itu untuk memupuk tali persaudaraan dan cinta kasih sesama penyandang cacat tuna rungu di Wonosobo.  Organisasi Pertro sendiri didirikan pada 22 April 2010 lalu untuk mewadahi para penyandang cacat sekaligus memotivasi mereka agar bisa tumbuh dan berkembang secara mandiri. Adapun kegiatan organisasi Pertro yakni pertemuan rutin setiap satu bulan sekali yang didampingi oleh Dinas Sosial Wonsobo.
Pertemuan itu membahas tentang program kerja layaknya organisasi pada umunya. Pertro juga memiliki struktur pengurus dan ketertiban administrasi seperti surat-menyurat dan membuat proposal kegiatan. “Secara keseluruhan kemampuan mereka cukup membanggakan,” katanya.

Pada kesempatan itu juga hadir penyandang cacat tuna rungu dari beberapa daerah seperti Magelang, Jakarta, Solo, Salatiga dan Banjarnegara. Mereka hadir untuk melihat secara langsung  keberadaan organisasi Pertro yang baru ada di Wonosobo sebagai wadah penyandang cacat tuna rungu di wilayah Jawa Tengah. 

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos, Agus Kristiono menjelaskan, selama ini organisasi penyandang cacat di Wonosobo baru ada empat yakni Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI), Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Ikatan Penyandang Cacat Tubuh Wonosobo (IPCTW) dan Perhimpunan Tuna Rungu Wonosobo (Pertro). “Pertro merupakan organisasi termuda di Wonosobo,” terangnya.
        
Meskipun mereka memiliki keterbatasan, namun ke- 35 anggota Pertro itu memiliki kemampuan yang mapan di bidangnya masing-masing. Ada yang berprofesi sebagai guru, penjahit, pedagang dan perajin makanan. Secara ekonomi keberadaan mereka sudah bisa dibilang mandiri mengingat mayoritas dari mereka sudah memiliki pekerjaan tetap dan beberapa yang lain memiliki usaha mandiri. 

Karena terkendala pendengaran, untuk dapat berinteraksi dengan masyarakat umum, mereka terbiasa mengamati gerak bibir sehingga mengerti maksud dengan ucapan yang disampaikan orang lain. Beberapa diantara mereka ada yang bisa mengucapkan kata dengan cukup jelas, tetapi untuk yang tidak bisa maka menggunakan bahasa isyarat tangan. Hambatan berkomunikasi tersebut ternyata tidak lantas membuat mereka kecil hati dan tidak bisa berkembang. “Semangat dan kerja keras mereka untuk maju dan berkembang sangat besar sehingga bisa menjadi inspirasi masyarakat luas,” kata Agus.( Rinto ) 

INGIN LULUS, PENDERITA KOMPLIKASI IKUTI UJIAN



SEMANGAT mengikuti ujian nasional terlihat dari wajah Bagus Triyono (18) siswa MAN Wonosobo. Meskipun wajah warga Dusun Wonokasian, Desa Sojokerto, Kecamatan Leksono itu sedikit pucat akibat mengalami sakit komplikasi yakni jantung dan gangguan perut, namun dia tetap bersemangat mengerjakan soal ujian. Pihak sekolah pun memberikan ruang khusus bagi Bagus yakni di ruang UKS untuk mengerjakan soal. Meski pun sakit, dia tetap mendapat pengawasan ketat dari panitia ujian.

Orang tua Bagus, Thoyibin (56) selalu setia mendampingi di luar ruang saat Bagus mengerjakan soal ujian. Ya, Bagus merupakan siswa MAN Wonosobo kelas XII yang sedang sakit komplikasi. Beberapa hari lalu Bagus baru keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif. Meskipun sedang sakit Bagus bersikukuh ingin mengikuti ujian nasional. "Awalnya saya melarang Bagus untuk ikut ujian, namun dia memaksa untuk tetap ikut. Akhirnya saya ijinkan," kata Thoyibin, baru-baru ini.

Thoyibin selalu setia mendampingi putra ke tiganya agar bisa menyelesaikan soal dengan aman. Menurut dia, Bagus melakukan itu agar dapat lulus sekolah tahun ini. Selama kegiatan ujian nasional berlangsung yakni mulai 16-19 April dia akan selalu mendampingi Bagus ke sekolah. "Sebenarnya kesehatan Bagus belum membaik, tetapi karena semangatnya untuk lulus sangat besar akhirnya dia memaksakan diri untuk ikut ujian," paparnya.

Kendati sedang sakit, Bagus tetap melakukan kegiatan belajar di rumah dan di rumah sakit. Saat waktu senggang, Bagus selalu rajin membuka buku-buku pelajaran yang akan diujikan. Semangatnya untuk bisa lulus ternyata mampu mengalahkan rasa sakitnya. "Saya hanya ingin lulus dengan hasil baik dan akan mengikuti ujian sampai selesai," tutur Bagus Triyono seusai mengikuti ujian. (Rinto)

15 April 2012

MENILIK BUMDes KAPENCAR


KERTEK- Sejak dikeluarkannya Perda Kabupaten Wonosobo Badan Usaha Milik Desa 1 tahun yang lalu ternyata mendapatkan respon positif dari berbagai desa. Salah satunya desa Kapencar, Kecamatan. Bahkan rintisan BUMDes ini telah ada sejak tahun 2008 namun baru secara resmi menjadi BUMDes sejak tahun 2010.

“Embrio dari BUMDes ini ialah program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berasal dari Alokasi Dana Desa dan dalam perkembangannya  telah resmi menjadi BUMDes melalui Perdes Nomor 1 Tahun 2010,”ungkap Sekretaris Desa Kapencar, Hardi.

Tujuan didirkannya BUMDes ini tidak hanya untuk mencari keuntungan semata, namun lebih diutamakan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat terutama yang tergolong tidak mampu, disamping sebagai salah satu sumber pendapatan desa.

Jenis usaha yang dijalankan oleh BUMDes ini ialah simpan pinjam dan pengembangan ternak kambing yang dikhususkan bagi pedagang kecil dan warga kurang mampu.”Untuk simpan pinjam kami mematok nilai maksimal yaitu 100 ribu rupiah dengan jasa sebesar 10% selama satu tahun, sedangkan untuk ternak kambing kami lakukan dengan cara bergulir,”tutur pengurus BUMDes, Paijan(54).

“Teknis peminjamannyapun tidak sulit,cukup dengan fotocopy KTP saja, selanjutnya kami akan mensurvei kelayakan calon nasabah,”imbuh Paijan.

Perkembangan yang dicapai badan usaha milik desa ini patut diacungi jempol. Hanya dengan 7 orang pengurus dan modal awal sebesar 3,5 juta serta 8 ekor kambing, pada tahun 2011 ini sudah berkembang  menjadi 50 juta rupiah dan 52 ekor kambing. Disamping itu jumlah nasabah peminjam pun meningkat dari 14 orang menjadi 43 orang. Sedangkan kendala yang sering dihadapi ialah matinya ternak yang dipinjamkan kepada nasabah.

Pesatnya perkembangan badan usaha ini tak lepas dari peran aktif pemerintah desa. Salah satunya ialah di bidang permodalan,”untuk modal sementara masih ditopang sepenuhnya oleh ADD, namun kedepannya kami merencanakn untuk menghimpun dana masyarakat melalui tabungan,”tambah Paijan.

Keberadaan BUMDes di desa Kapencar ini dirasa sangat membantu bagi warga kurang mampu di Kapencar.”Nek ajeng ngampil teng Bank persyaratane kathah tur ruwet, nek teng mriki sekeco sing penting disiplin kalih jujur mawon ( kalau akan meminjam di Bank persyaratannya banyak dan berbelit-belit, kalau disini yang penting disiplin dan jujur),tutur Misri (43),salah seorang warga yang kini telah mempunyai 5 ekor kambing hasil dari pinjaman ternak bergulir.


Keberhasilan yang telah dicapai oleh BUMDes Kapencar ini tak serta merta membuat pengurus dan pemerintah desa berpuas hati. Mereka berharap adanya bantuan dari pemerintah kabupaten dalam bentuk asistensi dan pelatihan yang nantinya bisa memajukan badan usaha milik desa ini,”Ke depan kami berharap dengan adanya BUMDes ini, Kapencar akan menjadi desa yang mandiri,”pungkas Hardi.

12 April 2012

SAMBAR AVANZA, TRUK TERGULING

KERTEK - Sebuah truk box bernopol R 1780 GA terguling di Jl. Kertek-Parakan, tepatnya di depan kantor kecamatan kertek pada jumat pagi (13/4).Menurut saksi mata, Mis Andayani (30) truk melaju kencang dari arah kledung,"Truk dari atas sudah melaju kencang di jalur kanan, lalu menabrak pagar rumah dan terus melaju hingga menyeret toyota avanza milik pegawai kecamatan yang terpakir  di pinggir jalan lalu terguling setelah melaju sekitar 100 meter." 

Dalam kejadian tersebut tercatat 1 orang tewas bernama Samsudin (50) warga campursari, kertek dan 2 orang luka ringan atas nama Mutakim dan Naryono. Keduanya merupakan pegawai kecamatan kertek yang pada saat kejadian sedang melakukan kerja bakti di pinggir jalan. 

Kanit Lakalantas Polres Wonosobo, Iptu Dono Mulyono, ketika ditemui di TKP menyatakan bahwa penyebab kecelakaan kemungkinan karena sopir mengantuk," Dimungkinkan sopir mengantuk dan tidak mengenal medan, karena berdasarkan penyelidikan awal rem truk masih berfungsi dengan baik sedangkan sopir truk sampai sekarang masih kami lacak keberadaannya karena disinyalir pengemudi langsung melarikan diri setelah kejadian." imbuh Dono


Kecelakaan ini mengakibatkan kemacetan yang cukup panjang di jalur Kertek-Parakan karena banyaknya warga yang berkerumun untuk menyaksikan bangkai truk naas ini. Disamping itu karena badan truk menutupi separoh lebih badan jalan,"kami masih menunggu mobil derek untuk memindahkan truk ini," pungkas Dono.


Jalur Kertek-Parakan memang jalur yang sangat rawan dan berkali-kali makan korban karena jalur ini didominasi oleh turunan yang panjang dan sering berkabut ketika sore hari. Pada triwulan terakhir saja tercatat sudah terjadi 3 kali kecelakaan yang memakan 3 korban tewas.


25 Maret 2012

WARGA ANTUSIAS ---- E-KTP RAMAI LANCAR

KERTEK - Menginjak hari ketujuh sejak dimulai secara serentak pada tanggal 20 Maret lalu, pelayanan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik ( E-KTP ) di Kecamatan Kertek terbilang lancar. Sampai dengan hari Sabtu (24/3) telah terlayani sebanyak 876 pemohon."Rata-rata jumlah pemohon tiap harinya berkisar antara 150 sampai 200 orang, bahkan pada hari Sabtu mencapai 287 orang,"ungkap petugas pendamping kecamatan kertek, Yopie.

Antusiasme warga ini tak lepas dari sosialisasi yang aktif dilakukan oleh kecamatan melalui setiap kegiatan warga dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat RT."Sosialisasi telah kami mulai sejak bulan Februari dan sampai hari inipun kami masih terus melakukan sosialisasi baik melalui forum formal maupun informal warga,"tutur Camat Kertek, Prayitno.

Pelayanan E-KTP di Kecamatan Kertek bertempat di aula kecamatan,dimulai dari pukul 08.00 -16.00 dan direncanakan berlangsung sampai dengan bulan September 2012. Sedangkan untuk teknisnya dilakukan dengan cara bergiliran bagi  setiap desa. "Penjadwalan seperti ini kami lakukan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan antrian warga yang akan membuat E-KTP," imbuh Prayitno.

Untuk proses rekam data E-KTP sendiri tidak memakan waktu lama, rata-rata hanya memerlukan waktu 4-5 menit saja."Saya kira akan memakan waktu lama karena berdasarkan informasi yang disampaikan kepada kami prosesnya agak ribet karena harus melalui perekaman sidik jari, retina, foto, dan tanda tangan namun ternyata hanya sebentar,"tutur Sugiri (40) salah seorang warga. 

Sejak dimulainya, pelaksanaan kegiatan ini tak menemui banyak kendala, satu-satunya permasalahan yang sering muncul ialah terjadinya kesalahan data maupun data kependudukan ganda. "Kebanyakan hanya kesalahan data serta adanya data ganda. Sepanjang perubahannya tidak mempengaruhi Nomor Induk Kependudukan hal tersebut dapat langsung diatasi, namun apabila perubahannya mempengaruhi NIK maka harus dibetulkan melalui program SIAK terlebih dahulu,"imbuhnya pula.

Persoalan data ganda dan kesalahan data memang seringkali terjadi, tak hanya di kecamatan kertek namun juga terjadi di wilayah lain di Kabupaten Wonosobo oleh karena itu dengan adanya program ini diharapkan agar nantinya tidak terjadi lagi kasus-kasus yang sama."Kami juga berharap ke depan tidak akan ditemukan lagi kasus-kasus serupa dengan adanya program E-KTP ini, dan kami juga optimis pada bulan September mendatang seluruh wajib KTP di Kecamatan Kertek yang berjumlah sekitar 66 ribu orang dapat terlayani semua,"pungkas Prayitno. 








21 Februari 2012

"SOFT LAUNCHING" KBS JILID I

KERTEK- Program Kebun Bibit Sekolah ( KBS ) Tahap I yang telah dirintis sejak bulan September 2011 lalu resmi diluncurkan. Peluncuran ini ditandai dengan acara penanaman bibit hasil program KBS Jilid I di Lapangan desa Reco, Kecamatan Kertek pada hari Senin (22/2).

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Muspika, pimpinan SKPD di wilayah Kecamatan Kertek, perangkat desa, jajaran pendidikan serta siswa sekolah se Kecamatan Kertek.

Keberhasilan program yang dirintis oleh mantan camat kertek, Agus Wibowo ini layak diacungi jempol karena  telah menghasilkan sebanyak 15 ribu bibit siap tanam dengan ketinggian bibit rata-rata 70 cm. 

Bibit-bibit tersebut selanjutnya akan didistribusikan  kepada seluruh desa di wilayah kecamatan kertek untuk ditanam di lahan-lahan kritis di wilayah masing-masing. " Bibit-bibit yang dihasilkan ini ditanam dan dirawat oleh siswa-siswi di 3 sekolah sejak bulan September 2011 yaitu di SD Tlogomulyo, SMP 2 Kertek, dan SMP 4 Kertek." ungkap penanggungjawab program Tjondro Sukmono.

"Sedangkan untuk Program KBS Jilid II kami sedang menyiapkan sebanyak 169 ribu bibit di 52 sekolah yang berada di wilayah Kertek." imbuhnya.

Kecamatan Kertek mempunyai lahan kritis yang cukup luas yaitu sebanyak 2.085 hektar yang terdiri dari lahan pola pertanian semusim dan juga lahan Galian C namun jumlah tersebut telah berkurang secara signifikan seiring program pengahijauan digulirkan oleh pemerintah sejak 3 tahun terakhir di wilayah ini.

 Dalam sambutannya yang dibacakan pembina upacara, Camat Kertek, Prayitno menyatakan sangat berterimakasih kepada semua pihak atas keberhasilan ini," kami sangat berterima kasih kepada pihak CSR, masyarakat dan khususnya dunia pendidikan atas keberhasilan program KBS jilid I yang sudah dirintis sejak September 2011." 

Pada acara tersebut juga dicanangkan gerakan TNI Manunggal Peduli Lingkungan dan Pramuka Go Green di wilayah Kecamatan Kertek. Walaupun dilangsungkan dibawah hujan yang mengguyur wilayah kertek sejak malam sebelumnya, namun acara tetap berlangsung tertib dan khidmat .






08 Februari 2012

KECAMATAN KERTEK SIAPKAN 290 RIBU BIBIT PENGHIJAUAN

KERTEK-Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan juga untuk menyukseskan kegiatan penghijauan di Kabupaten Wonosobo, pada tahun 2012 ini, kecamatan kertek telah menyiapkan sebanyak 290 ribu bibit tanaman keras. Bibit-bibit yang disiapkan ini berasal dari berbagai program penghijauan yang telah dicanangkan oleh pemerintah antara lain Kebun Bibit Rakyat ( KBR) dan Kebun Bibit Sekolah ( KBS ). "untuk bibit yang berasal dari program KBR sejumlah sekitar 100 batang sedangkan dari program KBS jilid I sejumlah 22000 bibit, sedangkan untuk KBS jilid II kami sedang mengembangkan sejumlah 169 ribu batang yang kami sebar di seluruh sekolah di Kecamatan Kertek" ungkap Penyuluh Lapangan Hutbun, Tjondro Sukmono.

Jenis bibit yang dikembangkan di Kecamatan Kertek bervariasi, antara lain jenitri, suren albasia, dan saman."kami menyesuaikan dengan kondisi geografis, ketinggian serta minat dari masyarakat,"imbuh Tjondro.

Sedangkan hasil perkembangan dari program KBS yang telah digulirkan beberapa waktu lalu, Kecamatan Kertek berencana untuk melaksanakan penanaman perdana yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Februari mendatang. Sedangkan untuk lokasi penanaman akan diutamakan pada daerah-daerah yang mempunyai lahan kritis.
"Prioritas kami ialah untuk lahan-lahan kritis. Namun tidak menutup kemungkinan akan kami sebar di seluruh kecamatan kertek,"imbuhnya pula.

Sementara itu Camat Kertek, Prayitno,mengaku sangat prihatin dengan kondisi lahan kritis di wilayah Kertek, "Kami sangat prihatin dengan kondisi lahan di Kertek dan kami juga akan terus berusaha untuk merehabilitasinya." ungkap Prayitno.
"kami juga terus memonitor secara intensif perkembangan program ini agar nantinya dapat berhasil dengan baik,"imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kecamatan Kertek mempunyai luasan lahan kritis yang sangat memprihatinkan yaitu sebanyak 35 Ha yang terdiri dari pola pertanian tanaman semusim dan penambangan galian C yang walaupun secara resmi telah dihentikan namun masih terus berlangsung secara sembunyi-sembunyi.

SD 1 KERTEK KEMBALI TOREHKAN PRESTASI

KERTEK-Pada awal tahun 2012 ini, SD 1 Kertek kembali menorehkan prestasi dengan menjuarai berbagai kejuaraan. Salah satunya ialah Lomba Siswa Teladan tingkat kecamatan Kertek yang dimenangkan oleh salah satu siswi sekolah tersebut. Pada lomba yang diadakan pada hari Senin (7/2) lalu itu, SD 1 Kertek berhasil menyabet juara I atas nama MILA YULIANA PRASETYO. 

Dalam perlombaan yang diikuti oleh 43 SD/MI se-kecamatan kertek tersebut, dilakukan penilaian yang meliputi 7 komponen yaitu tes tertulis, piagam penghargaan, sikap, membuat dan membacakan pidato, penguasaan teknologi. keterampilan, serta kepemimpinan. "Alhamdulilah siswa kami dapat memperoleh nilai tertinggi,"tutur Kepala Sekolah SD 1 Kertek, Suhirman.

Prestasi gemilang yang diraih oleh siswi kelas V ini bukan lagi merupakan hal yang baru karena siswi ini termasuk siswa yang berprestasi.

"Siswi ini termasuk paling menonjol diantara teman-teman yang lain, nilai raportnya pun sangat baik dan selalu meraih peringkat pertama,"imbuh Suhirman.

Selain lomba siswa teladan, sekolah ini juga berhasil menyabet juara 1 dalam Lomba Cerdas Cermat SD tingkat kecamatan kertek.

Dengan prestasi yang berhasil diraih ini, SD 1 Kertek akan maju mewakili Kecamatan Kertek dalam perlombaan yang sama yang rencananya akan digelar pada tanggal 21 Februari mendatang. "Kami sangat berharap bisa kembali menjadi Juara I sehingga bisa maju kembali di tingkat provinsi,"pungkas Suhirman.

19 Januari 2012

KODAK..PERINTIS FOTOGRAFI MODERN KINI BANGKRUT


WONOSOBO - Bagi penggemar dunia fotografi tentunya sudah tak asing lagi dengan merk Kodak. Bahkan bagi sebagian masyarakat, merk ini sudah sangat akrab ditelinga. Siapa sangka, perusahaan yang didirikan di Amerika pada tahun 1892 ini tengah menghadapi kebangkrutan. 

Perintis kamera legendaris AS, Eastman Kodak akhirnya mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Perusahaan yang sudah berusia lebih dari satu abad ini mendaftarkan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 setelah mati-matian berjuang.

"Setelah mempertimbangkan keuntungan Chapter 11 pada saat ini, Dewan Direksi dan seluruh tim manajemen senior secara bulat meyakini bahwa ini adalah langkah yang penting dan hal benar yang dilakukan untuk masa depan Kodak," ujar CEO Kodak Eastman, Antonio Perez dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/1/2011).

"Tujuan kami adalah memaksimalkan nilai bagi para pemangku kepentingan, termasuk para karyawan, pensiunan, kreditur dan dana pensiun. Kami juga berkomitmen untuk bekerja dengan konsumen kami yang berharga," tambahnya.

Kodak, perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun merupakan perintis industri fotografi yang fenomenal. Namun Kodak harus berjuang ditengah era digital dan buruknya kinerja. Sejauh ini Kodak sudah merumahkan 47.000 karyawan dan menutup 13 pabrik sejak 2003.

"Sekarang kami harus merampungkan transformasi dengan menekankan pada struktur biaya dan secara efektif memonetisasi aset non inti IP," jelas Perez.

Ia menambahkan, Kodak bekerjasama dengan para pemangku kepentingan akan berjuang untuk berubah menjadi perusahaan foto digital dan ilmu material yang berkelas dunia dan lebih ramping.

Pada masa jayanya, saham Kodak pernah menembus US$ 80 per lembar di 1996, sesaat setelah munculnya revolusi foto digital yang pada akhirnya menggantikan kebutuhan konsumen untuk membeli film dari Kodak.

Kebangkrutan ini membuat nasib 19.000 karyawan Kodak terkatung-katung. Pada masa jayanya di era 1980-an, Kodak tercatat memiliki 145.000 pekerja. Dalam beberapa tahun terakhir, Kodak terus merugi. Terakhir kali, Kodak melaporkan sedikit laba bersih pada tahun 2007.

Kodak didirikan oleh George Eastman. Kodak mengembangkan kamera 'Brownie' yang sangat popular. Tiga generasi di Amerika dan beberapa negara membuat foto dengan 'Brownie' ini. Iklan "Kodak Moment" juga sangat populer di masa jayanya.

Namun kejayaan itu tergerus oleh penemuan fotografi digital, yang terutama dihasilkan oleh produsen dari Asia pada era 1990-an. Kodak yang tidak membuat inovasi akhirnya gagal bertahan menghadapi persaingan global.(anis)

TIPS MENGHADAPI ANGIN PUTING BELIUNG


KERTEK - Angin puting beliung atau dikenal luas sebagai tornado, merupakan salah satu gejala alam ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana. Bencana alam angin puting beliung merupakan bencana yang terbilang sering terjadi khususnya di wilayah Kecamatan Kertek. Dalam kurun waktu 3 bulan tercatat terjadi 2 kali kejadian bencana angin puting beliung yaitu di Dusun Yososari, Desa Reco yang terjadi pada tanggal 13 November 2011, dan yang terbaru ialah yang terjadi di Dusun Candiroto, Desa Candimulyo yag mengakibatkan sedikitnya 5 rumah rusak berat dan 25 rumah rusak sedang dan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian yang terjadi ditaksir mencapai nilai 30 juta rupiah.

Tanda tanda terjadinya angin puting beliung sebenarnya bisa dikenali dan biasanya terjadi beberapa menit sebelum terjadinya gejala alam ini. Berikut tanda-tanda terjadinya angin puting beliung yang kami rangkum dari berbagai sumber .

Gejala Awal Puting Beliung
·         Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
·    Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
·   Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
·        Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
·     Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
·     Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.

Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb)
Fase Tumbuh
·     Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Fase Dewasa/Masak
·       Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).
Fase Punah
·  Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.

Karakteristik Puting Beliung
·         Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
·         Kehadirannya belum dapat diprediksi.
·         Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
·         Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
·         Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.(anis)