19 Januari 2012

KODAK..PERINTIS FOTOGRAFI MODERN KINI BANGKRUT


WONOSOBO - Bagi penggemar dunia fotografi tentunya sudah tak asing lagi dengan merk Kodak. Bahkan bagi sebagian masyarakat, merk ini sudah sangat akrab ditelinga. Siapa sangka, perusahaan yang didirikan di Amerika pada tahun 1892 ini tengah menghadapi kebangkrutan. 

Perintis kamera legendaris AS, Eastman Kodak akhirnya mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Perusahaan yang sudah berusia lebih dari satu abad ini mendaftarkan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 setelah mati-matian berjuang.

"Setelah mempertimbangkan keuntungan Chapter 11 pada saat ini, Dewan Direksi dan seluruh tim manajemen senior secara bulat meyakini bahwa ini adalah langkah yang penting dan hal benar yang dilakukan untuk masa depan Kodak," ujar CEO Kodak Eastman, Antonio Perez dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (19/1/2011).

"Tujuan kami adalah memaksimalkan nilai bagi para pemangku kepentingan, termasuk para karyawan, pensiunan, kreditur dan dana pensiun. Kami juga berkomitmen untuk bekerja dengan konsumen kami yang berharga," tambahnya.

Kodak, perusahaan yang berusia lebih dari 100 tahun merupakan perintis industri fotografi yang fenomenal. Namun Kodak harus berjuang ditengah era digital dan buruknya kinerja. Sejauh ini Kodak sudah merumahkan 47.000 karyawan dan menutup 13 pabrik sejak 2003.

"Sekarang kami harus merampungkan transformasi dengan menekankan pada struktur biaya dan secara efektif memonetisasi aset non inti IP," jelas Perez.

Ia menambahkan, Kodak bekerjasama dengan para pemangku kepentingan akan berjuang untuk berubah menjadi perusahaan foto digital dan ilmu material yang berkelas dunia dan lebih ramping.

Pada masa jayanya, saham Kodak pernah menembus US$ 80 per lembar di 1996, sesaat setelah munculnya revolusi foto digital yang pada akhirnya menggantikan kebutuhan konsumen untuk membeli film dari Kodak.

Kebangkrutan ini membuat nasib 19.000 karyawan Kodak terkatung-katung. Pada masa jayanya di era 1980-an, Kodak tercatat memiliki 145.000 pekerja. Dalam beberapa tahun terakhir, Kodak terus merugi. Terakhir kali, Kodak melaporkan sedikit laba bersih pada tahun 2007.

Kodak didirikan oleh George Eastman. Kodak mengembangkan kamera 'Brownie' yang sangat popular. Tiga generasi di Amerika dan beberapa negara membuat foto dengan 'Brownie' ini. Iklan "Kodak Moment" juga sangat populer di masa jayanya.

Namun kejayaan itu tergerus oleh penemuan fotografi digital, yang terutama dihasilkan oleh produsen dari Asia pada era 1990-an. Kodak yang tidak membuat inovasi akhirnya gagal bertahan menghadapi persaingan global.(anis)

TIPS MENGHADAPI ANGIN PUTING BELIUNG


KERTEK - Angin puting beliung atau dikenal luas sebagai tornado, merupakan salah satu gejala alam ekstrem yang berpotensi mengakibatkan bencana. Bencana alam angin puting beliung merupakan bencana yang terbilang sering terjadi khususnya di wilayah Kecamatan Kertek. Dalam kurun waktu 3 bulan tercatat terjadi 2 kali kejadian bencana angin puting beliung yaitu di Dusun Yososari, Desa Reco yang terjadi pada tanggal 13 November 2011, dan yang terbaru ialah yang terjadi di Dusun Candiroto, Desa Candimulyo yag mengakibatkan sedikitnya 5 rumah rusak berat dan 25 rumah rusak sedang dan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian yang terjadi ditaksir mencapai nilai 30 juta rupiah.

Tanda tanda terjadinya angin puting beliung sebenarnya bisa dikenali dan biasanya terjadi beberapa menit sebelum terjadinya gejala alam ini. Berikut tanda-tanda terjadinya angin puting beliung yang kami rangkum dari berbagai sumber .

Gejala Awal Puting Beliung
·         Udara terasa panas dan gerah (sumuk).
·    Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis).
·   Diantara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas bewarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol.
·        Awan tiba-tiba berubah warna dari berwarna putih menjadi berwarna hitam pekat (awan Cumulonimbus).
·     Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.
·     Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung paling lama sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini.

Proses Terjadinya Puting Beliung
Proses terjadinya puting beliung sangat terkait erat dengan fase tumbuh awan Cumulonimbus (Cb)
Fase Tumbuh
·     Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun Kristal es masih tertahan oleh arus udara yang naik ke atas puncak awan.
Fase Dewasa/Masak
·       Titik-titik air tidak tertahan lagi oleh udara naik ke puncak awan. Hujan turun menimbulkan gaya gesek antara arus udara naik dan turun. Temperatur massa udara yang turun ini lebih dingin dari udara sekelilingnya. Antara arus udara yang naik dan turun dapat timbul arus geser memuntir, membentuk pusaran. Arus udara ini berputar semakin cepat, mirip sebuah siklon yag “menjilat” bumi sebagai angin puting beliung. Terkadang disertai hujan deras yang membentuk pancaran air (water spout).
Fase Punah
·  Tidak ada massa udara naik. Massa udara yang turun meluas di seluruh awan. Kondensasi berhenti. Udara yang turun melemah hingga berakhirlah pertumbuhan awan Cb.

Karakteristik Puting Beliung
·         Puting berliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
·         Kehadirannya belum dapat diprediksi.
·         Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.
·         Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.
·         Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur kerusakan.(anis)



16 Januari 2012

8 DESA TERKENA PENALTI ADD

KERTEK - Pelaksanaan Alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2012 di Kecamatan Kertek masih menyisakan masalah, tercatat sebanyak 8 Desa terkena sanksi berupa pemotongan sebesar 5% untuk Alokasi Dana Desa tahap selanjutnya. Hal tersebut terungkap dalam rapat evaluasi Alokasi Dana Desa yang diadakan pada hari Senin(16/1) di aula Kecamatan Kertek.


Sanksi tersebut terkait dengan keterlambatan desa dalam menyusun Laporan Pertanggungjawaban Alokasi Dana Desa Tahap II pada tahun 2012 lalu,"Pengenaan sanksi tersebut berdasarkan Perbup Nomor 49 Tahun 2010 yang memberikan tenggat waktu penyelesaian adminstrasi ADD sampai dengan tanggal 10 Januari 2012 lalu, namun sampai dengan saat ini kedelapan desa tersebut belum menyerahkan SPJ-nya,"tutur Kasi Pemerintahan Kecamatan Kertek, Tukirman. 


Pihak kecamatan mengaku telah melaksanakan monitoring secara periodik untuk memantau pelaksanaan ADD di tiap desa, baik pada administrasinya maupun pada pelaksanaan di lapangan,"kami telah melakukan pembinaan secara intensif di tiap desa penerima ADD, bahkan pada tanggal 10 Januari lalu kami memberikan kesempatan sampai dengan pukul 5 sore kepada desa untuk menyerahkan SPJ,"imbuh  Tukirman.


Keterlambatan tersebut dibenarkan oleh Kasubbid Pengelolaan Aset Desa, BPMD Kabupaten Wonosobo, Erna Yuniawati, AP, " Memang benar ada 8 desa di Kecamatan Kertek yang belum menyerahkan SPJ ADD tahap II tahun 2012, dan sesuai dengan aturan, kedelapan desa tersebut otomatis terkena sanksi berupa penalti sebesar 5 %."


Kedelapan desa yang terkena penalti ADD tersebut ialah Kapencar, Purbosono, Suberdalem, Tlogomulyo, Banjar, Bejiarum, Sindupaten, dan Damarkasiyan.


Jumlah desa yang terkena penalti pada tahun ini bertambah apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011 tercatat hanya terdapat 2 Desa yang terkena penalti.


Sementara itu Camat Kertek, Prayitno, mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya agar kedelapan desa tersebut bisa menyelesaikan SPJ-nya walaupun telah terkena sanksi,"Walaupun desa-desa tersebut telah terkena penalti, namun SPJ tersebut harus tetap diselesaikan mengingat dana tersebut berasal dari APBD sehingga harus jelas pertanggungjawabannya."











PANKREAS "HANCUR" KARENA ALKOHOL

KERTEK - Kebiasaan mengkonsumsi alkohol dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan, apalai jika dikonsumsi dalam jumlah yang besar serta dalam jangka waktu yang lama. Seperti yang terjadi pada seorang remaja di Inggris belum lama ini, seperti dilansir oleh detik.com.

Pankreas gadis remaja menjadi 'berantakan' dan tubuhnya sekarat karena kebiasaan mengonsumsi 6 liter cider kuat (sari apel fermentasi yang mengandung alkohol) sejak berusia 14 tahun. Dua operasi besar pun dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawanya.

Seorang gadis remaja di Inggris yang tak disebutkan namanya menderita pankreatitis akut (radang pankreas) yang berat setelah bertahun-tahun mengonsumsi alkohol. Dokter mengatakan ia baru saja sembuh dari penyalahgunaan alkohol serius karena mengonsumsi 400 unit seminggu atau 29 kali lipat dari jumlah yang disarankan untuk wanita.

Gadis remaja ini diketahui mulai mengonsumsi alkohol sejak usia 14 tahun setidaknya minum 2 botol cider yang masing-masing berukuran 3 liter cider setiap hari. Cider tergolong alkohol yang murah karena dapat diperoleh dengan harga 3 poundsterling (sekitar Rp 42 ribu).

"Remaja itu telah minum 400 unit seminggu sejak usia 14 tahun, bir murah dan cider murah, yang akhirnya ia menderita pankreatitis akut yang berat. Pankreasnya benar-benar berantankan dan dia hanya baru saja diselamatkan melalui dua operasi besar," jelas Dr Kieran Moriarty, konsultan pencernaan di Royal Bolton Hospital NHS Foundation Trust, seperti dilansir Dailymail, Senin (16/1/2012).

Menurut Dr Moriarty, gadis tersebut menderita jenis penyakit yang berhubungan dengan alkohol, yang sebenarnya lebih banyak terjadi pada pasien usia tua.

"Kasus gadis ini adalah contoh suram tentang bagaimana budaya pesta-minum negara ini mengarah ke masalah kesehatan yang serius di usia muda," tegas Dr Moriarty.

Pada beberapa orang, pankreas yang berfungsi memproduksi cairan pencernaan untuk usus, dapat teracuni oleh alkohol. Kasus pada gadis tersebut adalah indikator yang mengkhawatirkan tentang bagaimana penyalahgunaan alkohol menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat muda.

Tak hanya masalah serius di pankreas, dokter di bagian negara lain juga melaporkan kasus sirosis hati pada remaja, yaitu penyakit yang bisa disebabkan oleh minum alkohol terlalu banyak.

Sementara menurut Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH, MMB, ahli Spesialis Penyakit Dalam dari FKUI, keracunan alkohol terjadi jika jumlah alkohol yang dikonsumsi berada diambang batas toleransi sehingga menyebabkan terjadinya gangguan baik fisik maupun mental seperti mabuk.

Alkohol juga menyebabkan adiksi atau ketagihan sehingga penggunaannya semakin hari semakin banyak yang dikonsumsi, walaupun ia sudah toleransi tapi efek samping kronisnya tetap terjadi.

"Efek kronis dari pengguna alkohol biasanya mudah ditemukan kelainan di lambungnya. Alkohol akan menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan yang membantu erosi sampai tukak usus yang selanjutnya bisa berubah menjadi sel ganas (kanker)," ungkap dr Ari.

Peminum alkohol juga akan mengalami peradangan kronis yang berlanjut jadi penciutan hati (sirosis) yang dapat menimbulkan komplikasi lanjutan seperti pembengkakan perut dan perdarahan pada saluran cernanya.

TK CANDIMULYO WAKILI KEDU PADA LOMBA TK TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

KERTEK-Taman Kanak-Kanak (TK) Desa Candimulyo menerima kunjungan dari tim penilai Lomba TK tingkat provinsi Jawa Tengah pada hari Senin(16/1). Dalam lomba yang diadakan oleh GOPTKI Provinsi Jawa Tengah ini, TK Candimulyo terpilih untuk mewakili sekolah TK di wilayah Eks, Karesidenan Kedu."Suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami bisa terpilih untuk mewakili Eks-Karesidenan Kedu dalam lomba ini," tutur Kepala Sekolah TK Candimulyo, Mujiyem.

Pada acara penilaian tersebut, turut mendampingi Ketua dan Pengurus GOPTKI Kabupaten Wonosobo GOPTKI Kecamatan Kertek, Kepala UPTD Dinas Dikpora Kecamatan Kertek, serta Camat Kertek selaku Dewan Pembina GOPTKI Kecamatan Kertek.

Materi lomba yang dinilai meliputi Kegiatan Belajar Mengajar, sarana dan prasarana sekolah, manajemen sekolah, peran serta masyarakat, dan juga prestasi yang diraih oleh siswa serta sekolah.

TK Candimulyo merupakan salah satu sekolah binaan dari GOPTKI Provinsi Jawa Tengah yang mencapai perkembangan cukup pesat."Kami merasa kagum dan sangat apresiatif atas perkembangan yang dicapai oleh TK Candimulyo selama kurun waktu 3 tahun terakhir ini,"tutur Ketua tim penilai, Yon Sugiyono."kami juga akan memprioritaskan sekolah ini untuk mendapatkan tambahan dana melalui program bantuan rintisan pada APBN 2012 ini,"imbuhnya.

Sementara itu, Ketua GOPTKI Kabupaten Wonosobo, Wati Eko Sutrisno mengungkapkan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi antara lain jumlah guru yang masih minim serta kebutuhan sarana dan prasarana yang belum memadai,"Jumlah guru di TK Candimulyo ini hanya 3 orang, kami sangat mengharapkan dari pihak desa dapat membantu untuk menyediakan tenaga guru."

"Disamping itu kami meminta pihak UPTD Dinas Dikpora untuk lebih proaktif dalam memonitor perkembangan sekolah Taman Kanak-Kanak di wilayahnya,"imbuh Wati.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Kertek ,Prayitno menyampaikan akan pentingnya pendidikan pada usia dini, " Pendidikan usia dini merupakan pondasi untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggidan juga untuk membentuk karakter anak, sehingga pada usia inilah anak-anak harus dipacu untuk berkembang secara maksimal, baik dari segi, kognitif, afektif, maupun psikomotoriknya,"tutur Prayitno.


09 Januari 2012

100 ORANG EKS PENAMBANG GALIAN C IKUTI SOSIALISASI PROGRAM AKAD

KERTEK - Sekitar 100 orang eks penambang galian C di Kecamatan Kertek pada hari Senin (9/10) mengikuti sosialisasi program Antar Kerja Antar Daerah ( AKAD ) yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo.

Acara yang digelar di Balai Desa Candimulyo, Kecamatan Kertek ini dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Wonosobo, Kepala Kantor Satpol PP, tokoh masyarakat dan para eks penambang galian C. Dalam acara yang difasilitasi oleh Camat Kertek tersebut juga hadir 6 Kepala Desa  yang di daerahnya terdapat  areal pertambangan Galian C yaitu Purwojati, Pagerejo, Kapencar, Candiyasan, Tlogomulyo dan dari desa Candimulyo sendiri. 

Kecamatan Kertek dipilih sebagai lokasi sosialisasi dikarenakan di wilayah ini  terdapat sekitar 32 hektar areal penambangan Galian C yang secara resmi telah ditutup sejak bulan Februari 2009 namun belakangan ini aktivitas pertambangan kembali marak walaupun dilakukan secara kucing-kucingan dengan aparat.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Kantor Satpol PP Haryono,S.Sos, Bupati Wonosobo Kholiq Arif mengaku bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat terbantu dengan adanya program ini," kami sangat mengapresiasi program ini ditengah-tengah upaya kami untuk menyediakan lapangan kerja alternatif dan ramah lingkungan bagi masyarakat Wonosobo khususnya bagi eks penambang galian C dan bagi daerah rawan bencana."

Program Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) merupakan program kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan pihak swasta yang pada tahun ini difokuskan pada pengiriman tenaga kerja di  perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah. "Kami bekerjasama dengan PT. Best Agrointernational yang berlokasi di Kotawaringin Timur untuk program tahun ini," tutur Kepala Disnakertrans. Gatot Hermawan. 

Terkait dengan banyaknya permasalahan yang menimpa para pekerja kelapa sawit, Gatot menyatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi sepenuhnya mulai dari pengurusan surat-surat, keberangkatan sampai ke lokasi perkebunan,"fasilitas yang didapatkan oleh para pekerja nantinya berupa perumahan, jatah logistik, pendidikan gratis bagi anak, serta gaji dan bonus yang disesuaikan dengan UMK setempat." 
"disamping itu kami juga akan memonitor langsung secara periodik untuk melihat secara langsung kehidupan para pekerja,"imbuhnya. 

Camat Kertek, Prayitno, menyambut baik program ini karena diharapkan mampu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat,"kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan teraf hidup masyarakat kertek pada khususnya, disamping itu juga untuk menyediakan lapangan kerja aternatif bagi para penambang galian C.

Program AKAD tahun ini rencananya akan memberangkatkan sekitar 200 orang untuk berbagai lowongan seperti pemetik, mandor, dan tenaga kesehatan yang kesemuanya akan ditempatkan di lokasi perkebunan PT Best Agrointernational, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. "Sampai dengan saat ini jumlah pendaftar sudah mencapai 26 Kepala Keluarga sedangkan pendaftaran bagi para calon pekerja akan dibuka sampai dengan tanggal 20 Januari dan rencananya akan kami berangkatkan pada tanggal 22 Januari mendatang."pungkas Gatot.


04 Januari 2012

DAMARKASIYAN REHAB JALAN DAN JEMBATAN

KERTEK - Untuk menunjang kegiatan perekonomian dan transportasi masyarakat desa. Desa Damarkasiyan, Kecamatan Kertek pada tahun ini mengadakan pembangunan jembatan dan rolak jalan desa yang menghubungkan dusun Getas dengan dusun Kaliurip, desa Damarkasiyan. Proyek ini termasuk dalam 15 proyek di Kabupaten Wonosobo yang didanai oleh APBN melalui Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) dan merupakan bagian dari program PNPM Mandiri Pedesaan tahun 2011. "Pembangunannnya meliputi jembatan dan rolak jalan dengan panjang 1,5 km dan lebar 3m dan dilaksanakan secara swakelola," ungkap fasilitator kegiatan, Hamam Maliki. 

"Proyek ini sudah dimulai sejak tanggal 11 Desember 2011, diawali dengan pengeprasan kanan kiri jalan secara gotong royong oleh masyarakat, dan kami rencanakan selesai pada bulan Maret mendatang," imbuh Hamam. 

Kepala Desa Damarkasiyan, Sugijono, menuturkan bahwa proyek yang menelan dana sebesar 250 juta itu sepenuhnya merupakan aspirasi masyarakat Damarkasiyan,"Perencanaan proyek ini telah melalui proses musyawarah desa yang dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat,"tutur Sugijono. "Nilai swadaya masyarakat dalam proyek ini terhitung sangat besar karena embrio jalan ini merupakan jalan setapak, sehingga untuk pelebarannya harus mengepras tanah milik 80 warga, masing-masing antara1-2 meter."imbuhnya.

Masyarakat setempat mengaku sangat senang dengan dilebarkannya jalan ini, "dulu jalan ini tidak bisa dilewati sepeda motor karena sempit dan licin, insyaallah kalau sudah jadi nanti kendaraan sudah bisa lewat, tutur Surono (30).

Lain halnya dengan Surono, Muhadi (43) mengaku sangat terbantu dengan adanya jalan ini, "kalau jalannya lebar seperti ini tidak perlu mikul lagi, sudah bisa pakai motor."

Pembangunan jalan dan jembatan ini diharapkan bisa memperlancar roda perekonomian masyarakat sehingga nanti bisa menaikkan taraf hidup masyarakat Damarkasiyan. "semoga dengan dibangunnya jalan ini roda perekonomian menjadi lebih lancar"pungkas Sugijono.


03 Januari 2012

3 TAHUN BlogNya Kertek

WALAUPUN sudah terlambat ""satu tahun", sepertinya tidak ada salahnya untuk mengingat kembali perjalanan BlogNya Kertek di dunia maya. Dibuat dengan tujuan awal sebagai salah satu alternatif  sumber informasi sekaligus sebagai mediator program-program  pemerintah kepada masyarakat kertek, ternyata sampai dengan waktu 3 tahun ini masih terus eksis menyediakan informasi kepada masyarakat luas. Hal ini  terlihat dari traffic di halaman depan blog yang telah menembus angka 13.500..-.wow!- . dan tak hanya di Indonesia, BlogNya Kertek inipun telah diakses dari 9 negara di 3 benua..... Hal itu  cukup menggembirakan mengingat Blog ini dibangun dan dijalankan hanya dengan semangat gotong royong alias kerja bakti  ...^ _^V . Bahkan reporter disinipun merangkap editor, pemimpin redaksi serta bagian sirkulasi.... :)

Untuk itu kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah ikut membesarkan nama BlogNya Kertek ini, khususnya kepada para awak media yang sering mondar-mandir di seputaran Wonosobo, wa bil khusus kepada mas bro RINTO HARIYADI dari SUARA MERDEKA yang sering ikut nyumbang nulis disini, mas bro AGUS dari WONOSOBO EKSPRES, dan mas bro ARISWANTO dari KEDAULATAN RAKYAT  yang sering share  informasi dan unek-unek juga ...sekali  lagi maturnuwun mas bro semua....

Mungkin tidak banyak yang tahu orang-orang dibalik BlogNya Kertek ini, oleh karena itu, untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 3 tahun ini, akan kami ungkap siapa saja dibalik keberhasilan BlogNya Kertek ini.


Tegas, disiplin dan pantang menyerah , itulah pribadi AGUS WIBOWO, The Founding Father BlogNya Kertek. Berawal dari hobi menulis, fotografi serta berbekal pengalaman sebagai Kasubbag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas Setda Kabupaten Wonosobo, tepat pada tanggal 1 Desember 2008 lahirlah BlogNya Kertek dengan posting pertama berjudul " Mari Selamatkan Lingkungan Dengan Menanam". 

Meskipun ditengah-tengah kesibukan sebagai Sekretaris Kecamatan Kertek, pria kelahiran Boyolali 39 tahun lalu ini masih menyempatkan diri untuk meliput berbagai perstiwa dan informasi di seputar Kertek dan menyajikannya disini.

Melalui tangan dingin pria yang sekarang menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Setda Wonosobo ini, BlogNya Kertek mampu dikenal oleh masyarakat serta dapat membangun jaringan dengan masyarakat media yang ada di Kabupaten Wonosobo.

"Saya mengharapkan BlogNya Kertek dapat terus eksis dan semakin berkembang, sehingga tidak hanya menyajikan berita seputar Kertek saja namun juga dari seluruh wilayah Wonosobo." tutur Agus.



Meneruskan tongkat estafet dari pendahulunya , HERMAWAN ANIMORO, sejak tanggal 11 Januari 2011 didapuk  untuk mengawaki BlogNya Kertek. Dengan gemblengan yang keras dari sang senior, darah jurnalistikpun mulai mengalir pada pria yang akrab disapa AAN ini

Peristiwa kriminal, dan tragedi menjadi favorit alumni STPDN tahun 2006 ini. Sehingga tidaklah mengherankan apabila peristiwa kecelakaan truk di Kertek dan Pembuangan Bayi di Candiyasan tak luput dari bidikan kameranya. 

Dengan semangat mudanya BlogNya Kertek menjadi lebih berwarna dengan berita-berita yang semakin aktual. Banyak peristiwa-peristiwa penting yang berhasil diabadikan oleh reporter, kontributor redaksi sekaligus bagian sirkulasi BlogNya Kertek ini. Bahkan "wartawan" ini rela blusukan untuk mendapatkan berita yang berbobot dan layak dipublikasikan.  Namun seringkali acara liputan berbenturan dengan tugas pokoknya sebagai PNS sehingga menyebabkan tidak sedikit momen-momen penting yang terlewat olehnya. 




Tak hanya dua orang  tersebut, pada akhir tahun 2011 lalu, personel BlogNya Kertek bertambah satu orang lagi.  Adalah ANIS PRATIWI, yang sejak bulan Desember lalu bergabung dengan BlogNya Kertek. Sebagai salah satu anggota Forum Komunikasi Jurnalistik Wonosobo ( FKJW ), siswa kelas XI, SMA 1 Kertek ini tak mau ketinggalan untuk ikut meramaikan dinding  BlogNya Kertek dengan sumbangan tulisan-tulisannya. 

Lahir sebagai anak ketujuh dari tujuh bersaudara tak membuatnya menjadi manja, bahkan dara kelahiran Banjarnegara 16 tahun lalu ini tak canggung untuk melakukan liputan di daerah yang terpencil, tidak hanya di wilayah Kertek namun juga wilayah lain di Kabupaten Wonosobo. 

Cita-cita sebagai wartawan sering terlontar dari mulutnya. Tak mengherankan, karena gadis tomboy ini lahir dari keluarga wartawan. 

Demikian sekilas dari para personil dibalik redaksi BlogNya Kertek. Dengan segala keterbatasan, kami tetap mencoba untuk survive demi menyajikan berita yang aktual kepada masyarakat. 

Sebagai salah satu media online, BlogNya Kertek tentu bercita-cita untuk lebih meningkatkan kapasitas maupun bobot pemberitaan. Oleh karena itu dukungan dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi kemajuan Blog ini dimasa yang akan datang.

Sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan support kepada BlogNya Kertek ini. Tidak lupa pula kami ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang telah mengakses dan menjadikan BlogNya Kertek sebagai salah satu referensi informasi Anda....................

























31 Desember 2011

SEKILAS WAJAH 2011

TAHUN 2011 merupakan tahun yang penuh warna bagi Kecamatan Kertek. Rentetan berbagai peristiwa telah mewarnai perjalanan sosial, ekonomi dan budaya masyarakat Kertek. Berita menggembirakan sampai peristiwa yang tragis ikut mengharu-birukan suasana tahun 2011 di Kecamatan Kertek. Tak hanya itu, berbagai prestasipun telah berhasil ditorehkan oleh masyarakat Kertek selama kurun waktu satu tahun ini, termasuk estafet kepemimpinan yang selalu menjadi berita menarik bagi sebagian kalangan.

TAHUN BAKTI LINGKUNGAN

Tahun 2011 bisa disebut sebagai tahun lingkungan bagi Kecamatan Kertek. Tak kurang dari 4 even besar yang bertemakan lingkungan dipusatkan di Kertek. Penanaman 1 miliar pohon oleh Bupati Wonosobo di Reco, HUT Bank Jateng di Bedakah, HUT Bank Rakyat Indonesia di Bejiarum, dan Program Kebun Bibit Sekolah dimana Kecamatan Kertek terpilih sebagai salah satu pionirnya dan telah menghasilkan sebanyak 22.562 bibit yang terdiri dari kayu suren, albasia, dan akasia mangium.

Selain even-even besar diatas, banyak kegiatan bakti lingkungan dalam skala kecil yang telah dilakukan  antara lain tamanisasi lingkungan perkantoran, penghijuan jalan, penataan sanitasi pasar kertek. serta  program "kertek nandur ganyong" yang kesemuanya dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat Kertek termasuk dari unsur TNI dan POLRI.

Keberhasilan di bidang lingkungan tersebut tak bisa lepas dari peran Camat Kertek waktu itu yaitu Agus Wibowo, S.Sos yang selalu ngoprak-oprak seluruh masyarakat kertek untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Tak mengherankan apabila Agus WIbowo mendapatkan julukan Mat Ginem( camat gila nanem) dari BlogNya Kertek.

Namun dibalik keberhasilan tersebut masih menyisakan satu pekerjaan rumah yang sangat penting bagi kelestarian lingkungan di Kertek khususnya, yaitu 25,1 Ha areal tambang galian C yang secara resmi telah ditutup sejak 17 Februari 2009, akan tetapi areal bekas tambang tersebut sampai sekarang masih terbengkalai, bahkan di beberapa lokasi kegiatan penambangan kembali berlangsung secara sporadis. 

TAHUN BUDAYA
Perkembangan serta pelestarian budaya tradisional di Kecamatan Kertek mulai memasuki masa keemasan pada tahun 2011 ini. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya jumlah kelompok kesenian tradisional yang pada tahun ini mencapai kurang lebih 100 grup kesenian. Mulai dari lengger, tayub, embleg, warokan, wayang orang, dan rebana. Hal itu menunjukkan antusiasme masyarakat untuk melestarikan budaya asli Wonosobo yang semakin meningkat. Salah satu indikatornya dapat diliat dari jumlah peserta yang ikut menyemarakkan Pawai Hari Jadi Wonosobo ke-186 di tingkat kabupaten, tanggal 24 Juli 2011 yaitu mencapai kurang lebih 2000 orang. Jumlah yang sangat fantastis apabila dibandingkan dengan Kecamatan lain di Wonosobo.

Disamping grup kesenian tradisional yang dimiliki, khasanah budaya di Kecamatan Kertek juga semakin bertambah dengan ditemukannya beberapa peninggalan bersejarah berupa batu candi, lingga dan yoni di Desa Bejiarum dan Wringinanom.


TAHUN TRAGEDI
Disamping kabar menggembirakan, akan selalu datang kabar yang menyedihkan. Demikian halnya dengan Kecamatan Kertek. Dalam kurun waktu satu tahun, tercatat telah terjadi 4 kali kecelakaan yang telah merenggut tak kurang dari 10 nyawa. Tiga diantaranya terjadi di kawasan pasar kertek, dan yang terakhir terjadi di dusun Plumbanan, Purwojati. Maka tidaklah salah apabila jalur ini disebut sebagai "jalur maut kertek".  

Bencana alam juga kerap kali melanda daerah ini. Tercatat 2 kali tanah longsor di Desa Reco, angin puting beliung di desa Reco dan Candiyasan, serta kebakaran yang terjadi di Jambusari Kertek dan Sudungdewo.

Berbagai kejadian bencana tersebut akhirnya mendapat respon dari Pemerintah Kecamatan Kertek dengan membentuk Unit Penanganan Bencana Daerah ( UPBD) Kecamatan Kertek yang dikukuhkan oleh Wakil Bupati Wonosobo, Hj. Maya Rosida pada tanggal 1 Juni 2011. Tim yang mempunyai anggota sebanyak 463 orang ini berfungsi sebagai Unit Reaksi Cepat apabila terjadi bencana di wilayah Kertek

Pada penghujung tahun ini pula santer diberitakan oleh berbagai media mengenai peningkatan aktivitas gunung sindoro. Hal itu sempat membuat panik masyarakat, namun dengan sosialisasi yang tepat, kepanikan tersebut dapat diredam dan semoga apa yang selama ini ditakutkan oleh masyarakat akan aktivitas gunung sindoro tersebut tidak terjadi.

Semoga di tahun 2012 yang akan datang dan seiring dengan estafet kepemimpinan dari Agus Wibowo,S.Sos kepada Prayitno,S.Sos.M.Si, Kertek akan semakin maju, sejahtera dan terhindar dari segala bencana.

Tak lupa teriring doa kepada rekan kami, Sarkiyo, yang telah berpulang ke Rahmatullah pada akhir tahun 2011 ini...Selamat jalan kawan, doa kami selalu menyertai langkahmu...

LAST BUT NOT LEAST.....HAPPY NEW YEAR 2012....!!!!


27 Desember 2011

KISAH RENDENG EMAS DI LERENG DIENG


TERJADINYA musibah banjir bandang di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar beberapa waktu lalu menyisakan sebuah kisah. Kisah yang sudah lama dilupakan terutama generasi muda. Kisah yang diyakini para sesepuh desa berkaitan dengan terjadinya bencana banjir bandang yang baru saja terjadi. Ya, kisah rendeng emas itu kembali dibicarakan di tempat pengungsian korban bencana Desa Tieng. 

Menurut Tafrihan, Ketau Forum Peduli Dieng yang terlibat dalam penangan korban bencana Desa Tieng, sejak jaman dahulu ada sebuah kisah yang diceritakan secara turun temurun oleh sesepuh Desa Tieng. Bahkan sampai sekarang kisah itu masih diyakini, walaupun sulit untuk membuktikannya. Tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali menceritakan kisah ini. Rendeng merupakan tanaman sejenis rumput yang dulu sering digunakan untuk mengobati luka oleh warga Tieng.

Rendeng (Centella Asiatica) sering juga disebut antanan, panegowang, rendeng, caling rumput, antenan gede, pagaga dan kori-kori. Tanaman itu bisa tumbuh di ketinggian 2.500 meter dpl. Tanaman ini tumbuh tanpa batang, dengan rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10-80 cm. Akarnya keluar dari setiap bonggol dengan cabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun bersifat tungga, panjang tangkai sekitar 5-15 cm dengan bentuk seperti ginjal manusia.

Hampir semua warga Tieng dari anak usia 17 tahun sampai usia lanjut sering mendengar cerita rendeng emas ini. Konon di kaki gunung Pakuwojo tumbuh tanaman yang bernama rendeng, tetapi rendeng ini tidak seperti rendengan yang lain. Rendengan ini bernama rendeng emas yang harus dijaga dan tidak seorang pun boleh memetiknya. Karena jika sampai dipetik maka pasti akan terjadi bencana banjir bandang yang menghabiskan seluruh kawasan Desa Tieng. 

Ada yang mengatakan bahwa rendeng emas ini ada di goa Ngesong yakni sebuah goa batu yang ruangan dalamnya muat sekitar 10 orang. Ada juga yang mengatakan tanaman itu tumbuh di tengah gunung Pakuwojo. 

Waga Desa Tieng, M Fanani membenarkan kisah tersebut. Dia mengatakan, kisah rendeng emas itu dia dengar saat duduk dibangku SD. Moral cerita mitos ini memang banyak nilai luhurnya. Bisa jadi yang dimaksud dengan rendeng emas adalah tanaman kayu, pohon dan tanaman lain yang memiliki fungsi lindung. Dalam pengungsian cerita rendeng emas ini menjadi topik hangat kembali. Orang yang usianya lanjut sering diminta untuk menceritakan tentang rendeng emas dan yang lain mendengarkan dengan hikmad. (Rinto H)

RUWATAN UNIK DI PERBOTO, KALIKAJAR



PAGI ITU terlihat warga Dusun Perboto, Desa Pernoto, Kecamatan Kalikajar berkumpul di halaman rumah Kiyem Kasyoto (79) salah satu tokoh masyarakat dusun setempat, Kamis (22/12). Mereka berbondong-bondong datang membawa aneka makanan hasil bumi untuk upacara selamatan dusun atau dikenal dengan ruwatan Dusun Perboto. Prosesi upacara diawali dengan berkeliling kampung menuju makam Eyang Soro yang diyakini warga setempat sebagai tokoh pembuka desa. 

Tokoh masyarakat tampak mengenakan pakaian adat jawa lengkap yang diiringi warga dusun setempat. Di makam itu warga memanjatkan doa bersama untuk mengenang perjuangan Eyang Soro. Semua warga tampak khusyuk mengikuti prosesi tersebut. Setelah itu, warga kemudian berkeliling kampung mendatangi beberapa hewan ternak seperti kerbau, sapi dan kambing untuk diruwat.

Menurut penuturan Kiyem Kasyoto (79) prosesi itu untuk mendoakan hewan ternak agar diberi keselamatan dan mendatangkan keuntungan kepada warga Dusun Perboto. Hewan ternak itu merupakan harta yang sangat berharga bagi warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Dengan didoakannya hewan ternak itu diharapkan kemakmuran dan kesejahteraan warga meningkat. 


Tak tanggung-tanggung, upacara ruwat Dusun Perboto itu dilakukan selama tiga hari tiga malam dengan menampilkan aneka kesenian tradisional diantaranya pertunjukkan wayang yang menampilkan cerita Babat Polosoro yang dibawakan oleh Kiyem Kasyoto. Selain itu, pertunjukan tari lengger juga digelar untuk melengkapi kebahagiaan warga. "Acara ini berlangsung dari hari Rabu (21/12) hingga Jumat (23/12) yang dikuti oleh semua warga dusun," ucap Kiyem Kasyoto.


Mantan Kades Perboto, Sutejo mengatakan, kegiatan itu untuk mendoakan lingkungan, masyarakat dan ekonomi warga setempat sehingga senantiasa diberi keselamatan. Selain itu, acara itu merupakan ajang mengenalkan sejarah terbentuknya Dusun Perboto kepada generasi muda. "Dengan mengenal sejarah desanya diharapkan kecintaan pemuda terhadap desanya bertambah dan aktif terlibat dalam pembangunan desa," tuturnya. Rinto HariyadiPagi itu, terlihat warga Dusun Perboto, Desa Pernoto, Kecamatan Kalikajar berkumpul di halaman rumah Kiyem Kasyoto (79) salah satu tokoh masyarakat dusun setempat, Kamis (22/12). Mereka berbondong-bondong datang membawa aneka makanan hasil bumi untuk upacara selamatan dusun atau dikenal dengan ruwatan Dusun Perboto. Prosesi upacara diawali dengan berkeliling kampung menuju makam Eyang Soro yang diyakini warga setempat sebagai tokoh pembuka desa. 

Tokoh masyarakat tampak mengenakan pakaian adat jawa lengkap yang diiringi warga dusun setempat. Di makam itu warga memanjatkan doa bersama untuk mengenang perjuangan Eyang Soro. Semua warga tampak khusyuk mengikuti prosesi tersebut. Setelah itu, warga kemudian berkeliling kampung mendatangi beberapa hewan ternak seperti kerbau, sapi dan kambing untuk diruwat.


Menurut penuturan Kiyem Kasyoto (79) prosesi itu untuk mendoakan hewan ternak agar diberi keselamatan dan mendatangkan keuntungan kepada warga Dusun Perboto. Hewan ternak itu merupakan harta yang sangat berharga bagi warga sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Dengan didoakannya hewan ternak itu diharapkan kemakmuran dan kesejahteraan warga meningkat. 


Tak tanggung-tanggung, upacara ruwat Dusun Perboto itu dilakukan selama tiga hari tiga malam dengan menampilkan aneka kesenian tradisional diantaranya pertunjukkan wayang yang menampilkan cerita Babat Polosoro yang dibawakan oleh Kiyem Kasyoto. Selain itu, pertunjukan tari lengger juga digelar untuk melengkapi kebahagiaan warga. "Acara ini berlangsung dari hari Rabu (21/12) hingga Jumat (23/12) yang dikuti oleh semua warga dusun," ucap Kiyem Kasyoto.


Mantan Kades Perboto, Sutejo mengatakan, kegiatan itu untuk mendoakan lingkungan, masyarakat dan ekonomi warga setempat sehingga senantiasa diberi keselamatan. Selain itu, acara itu merupakan ajang mengenalkan sejarah terbentuknya Dusun Perboto kepada generasi muda. "Dengan mengenal sejarah desanya diharapkan kecintaan pemuda terhadap desanya bertambah dan aktif terlibat dalam pembangunan desa," tuturnya. (Rinto H)

21 Desember 2011

SEMINAR REPRODUKSI SEHAT BAGI REMAJA


WONOSOBO-Sebanyak 150 orang  yang terdiri dari siswa, guru dan anggota Organisasi Wanita di Wonosobo mengikuti acara Sarasehan “Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Adalah Bagian Hak Asasi Manusia”. Sarasehan ini diadakan oleh panitia Hari Ibu di Pendopo Kabupaten Wonosobo, pada Senin(19/12).

Sarasehan dengan tema “Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi dan Seksual Adalah Bagian Hak Asasi Manusia” juga dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo Maya Rosida. Tujuan diadakannya acara ini adalah memberi bekal dan informasi kepada para remaja untuk mengantisipasi adanya kebebasan sex, HIV dan Narkoba. 

Adapun narasumber acara ini adalah Wiwid Majas Maestro dari Youth Centre PKBI Yogyakarta menyampaikan materi tentang Kesehatan Reproduksi dan Seksual Remaja. Wiwid mengungkap proporsi kasus AIDS di indonesia pada tahun 2011 berdasarkan jenis kelamin, yaitu laki-laki 72.00%, perempuan 2.00% dan 0,50% untuk yang tidak di ketahui. Sebanyak 14 orang telah terinveksi HIV/AIDS di daerah Wonosobo saja.  Di sampaikan juga fakta-fakta mengenai bahaya sex sehingga diharapkan para remaja dapat berfikir dua kali  apabila akan melakukan sex bebas. Cara penyampaian yang jenaka dan komunikatif  disambut hangat oleh para peserta.

Ketua panitia Nuraini Ariswari berharap, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan segenap elemen masyarakat Wonosobo agar bersama-sama menyelesaikan persoalan remaja,”Remaja merupakan generasi penerus bangsa sehingga harus benar-benar kita arahkan supaya jangan sampai terjerumus pada pergaulan bebas dewasa ini,”tuturnya.

Sementara itu, menanggapi penyelenggaraan acara ini, Santi (16),salah satu pelajar asal SMA Muhammadiyah Wonosobo mengatakan, materi yang disampaikan narasumber sangat bermanfaat. “Jadi tahu gimana pengetahuan tentang reproduksi secara lebih spesifik, sehingga bisa terhindar dari seks bebas dan HIV/AIDS”, ujarnya.

Dalam acara ini juga di laksanakan penggalangan dana untuk korban bencana bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tieng, Kejajar. (anis)

08 Desember 2011

AKTIVITAS WARGA LERENG SINDORO MASIH NORMAL

KERTEK - Naiknya status gunung sindoro dari normal menjadi waspada ternyata tidak berpengaruh bagi sebagian besar warga yang tinggal di lereng gunung ini seperti yang terlihat di desa Reco, Kecamatan Kertek. Walaupun hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari puncak gunung, warga di desa ini mengaku tidak pernah mendengar ataupun merasakan gempa seperti kabar yang beredar luas di masyarakat belakangan ini,"Kulo mboten tau ngroso wonten lindu (gempa-red) nopo suara gemluduk ( saya tidak pernah merasakan gempa ataupun suara gemuruh)," tutur Asngari( 40 ) warga dusun Yososari Reco.

Hal itu juga dibenarkan oleh Yati (30), ibu 2 anak ini juga tidak pernah merasakan adanya keanehan pada aktivitas gunung sindoro, "Cuma banyak kabar yang bilang kalau gunung sindoro sudah mau meletus."

Kepala desa Reco, Hely Kurniyawan ketika ditemui menyatakan bahwa pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mempercayai isu-isu yang tidak benar," Kami terus menghimbau seluruh warga agar tidak mudah percaya isu-isu yang menyesatkan dan tetap menunggu kabar maupun instruksi dari pemerintah, disamping tetap meningkatkan kewaspadaan."
"Kami juga mengoptimalkan siskamling untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"imbuhnya.

Tak hanya di Reco, di desa Candiyasan dan Kapencar, yang wilayahnya masuk  dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II, aktivitas masyarakat juga berjalan seperti biasa. Warga yang bermata pencaharian sebagai petani pun masih pergi keladang-ladang mereka yang kebanyakan terletak di kaki gunung sindoro."biasa mawon mas, sing penting manut kalih kabar saking pemerintah (biasa saja mas, yang penting patuh pada instruksi yang dikeluarkan pemerintah), tutur Misrinah( (35), petani asal Kabelukan, Candiyasan.

Camat Kertek, Prayitno mengatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi aktif dengan pihak-pihak yang terkait termasuk koordinasi langsung dengan Pos Pengamatan Gunung Sindoro di desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Temanggung, " kami mengharapkan masyarakat tidak perlu was-was dan panik, karena setiap perkembangan mengenai aktivitas gunung sindoro akan selalu kami update."kata Prayitno. 


07 Desember 2011

KERTEK SIAPKAN 7 JALUR EVAKUASI

WONOSOBO - Sehubungan dengan naiknya status Gunung Sindoro menjadi waspada, Kecamatan Kertek telah menyiapkan langkah-lagkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan 7 jalur evakuasi bagi warga 9 Desa yang wilayahnya termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana II dan I. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi tanggap bencana yang dipimpin lagsung oleh Bupati Wonosobo, Kholiq Arif di Pendopo Bupati Wonosobo, pada hari Kamis (8/12).

Hadir dalam rapat, seluruh unsur Muspida, Tim SAR Kabupaten, ORARI, RAPI, SKPD terkait, dan unsur muspika dan kepala desa yang wilayahnya masuk dalam Kawasan Rawan Bencana Gunung Sindoro yaitu dari Kejajar, Garung, Mojotengah, Wonosobo, dan Kertek.

Dalam paparannya kepada Bupati, Camat Kertek, Prayitno, juga mengungkapkan 9 lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat pengungsian warga apabila terjadi letusan gunung sindoro yaitu Gedung serba guna kelurahan Kertek; Komplek Puskesmas Kertek I; Pasar Binangun; Balai Latihan Kerja di Ngadikusuman; Gedung olahraga Bojasari; Gedung serbaguna Wringinanom; Gedung serbaguna Ngadikusuman; Gedung serbaguna Sindupaten; dan Gedung serbaguna Bojasari."Disamping lokasi pengungsian yang disebutkan tadi, kami juga sudah menyiapkan lokasi pengungsian bagi hewan ternak milik warga,"ungkap Prayitno.

Selain lokasi untuk evakuasi, Kecamatan Kertek juga telah menginventarisir sumber-sumber daya yang diperlukan dalam kegiatan tanggap bencana, "Kami telah mengkoordinasikan sebanyak 1.186 personel yang terdiri dari TNI-POLRI, Linmas Desa, dan Tim UPBD Kecamatan serta 52  tenaga medis dan 3 mobil ambulance yang siap digerakkan sewaktu-waktu apabila terjadi letusan."tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonosobo menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang," Jangan terpancing kabar dan isu-isu yang tidak jelas yang dapat meresahkan masyarakat."imbau Kholiq. Disamping itu, Ia juga meminta kepada awak media untuk memberikan informasi yang valid kepada masyarakat," para wartawan agar menyajikan informasi yang benar dan jangan sampai menimbulkan kepanikan di masyarakat, imbuhnya.

Sampai dengan berita ini dimuat, status Gunung Sindoro masih belum berubah dari yaitu "WASPADA" sesuai dengan surat edaran dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) pada hari Senin (6/12) lalu.


06 Desember 2011

RAKOR MUSPIKA KERTEK, WARGA DIMINTA TETAP TENANG

KERTEK-Menyusul pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi hari Senin (5/12) pukul 20.00 WIB mengenai status Gunung Sindoro yang dinaikkan dari normal menjadi waspada, Muspika Kertek menggelar rapat koordinasi antisipasi bencana sindoro pada hari Selasa malam (6/12) kemarin.

Rapat yang diadakan di Aula Kecamatan Kertek ini dihadiri oleh Muspika, Tim UPBD Kertek ,Puskesmas Kertek, Kades, dan Perangkat Desa Se-Kecamatan Kertek.

Dalam rakor tersebut ditetapkan 9 desa yang terletak di Kawasan Rawan Bencana (KRB) yaitu KRB II yang berjarak 5 kilometer dari puncak sindoro meliputi Reco, Pagerejo, Candiyasan, Kapencar, Tlogomulyo, dan Damarkasiyan. Serta KRB I yaitu yang berjarak 5-8 kilometer dari puncak meliputi Purwojati, Purbosono, dan Candimulyo. Selain itu juga disusun skenario apabila terjadi erupsi Gunung Sindoro meliputi sinyal bahaya, proses evakuasi, titik evakuasi, logistik, tenaga medis dan personel. "Kami akan mengoptimalkan semua sumber daya yang ada untuk mengantisipasi terjadinya bencana ini," tutur Camat Kertek, Prayitno.

Disamping itu, pihak kecamatan juga meminta partisipasi seluruh masyarakat Kertek untuk dalam mengantisipasi terjadinya bencana ini," Kami sangat mengharapkan sumbangsih seluruh masyarakat Kertek baik tenaga, pikiran maupun materi,"imbuh Prayitno.
"Kami juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan mempercayai isu-isu yang yang dapat meresahkan masyarakat,"pungkas pria telah berpengalaman menangani bencana Merapi ini.


27 November 2011

MERDI DESA MENYAMBUT 1 MUHARAM 1433 H

KERTEK-Kedatangan tahun baru Hijriyah 1 Muharam 1433 atau dalam penanggalan jawa disebut dengan 1 Suro disambut masyarakat dengan berbagai cara dan atraksi yang menarik.
Di Desa Candiyasan Kecamatan Kertek, kedatangan Tahun Baru Islam ini diisi dengan acara Merdi Deso. "Acara merdi deso merupakan perwujudan rasa syukur warga candiyasan terhadap berkah yang diberikan selama satu tahun ini dan diharapkan pada tahun-tahun kedepan dapat lebih baik lagi, ujar Sekdes Candiyasan, Sudiyono."

Acara yang digelar pada hari Senin ( 28/11 ) ini diawali dengan ziarah ke makam leluhur pendiri Desa Candiyasan yaitu Ki Ageng Rantamsari dan Ki Ageng Candiyasan yang terletak di Dusun Jurang Jero Desa Candiyasan dengan membawa berbagai macam sesaji seperti nasi merah, ingkung ayam, ketan, dan berbagai macam jajanan pasar serta hasil bumi dari desa setempat. 
"Setelah doa bersama yang dipimpin oleh tokoh adat, seluruh sesaji akan dikirabkan keliling desa dan disantap bersama oleh masyarakat,"imbuh Sudiyono.

Masyarakat Desa Candiyasan terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara ini, dengan menggunakan bermacam-macam kostum dan riasan, mereka tampak ikut berpawai dengan membawa gunungan hasil bumi. Tak ketinggalan, kelompok-kelmpok kesenian yang ada di Desa Candiyasan juga ikut menampilkan atraksinya seperti kuda lumping, barongan, dan reog.
"Semua unsur masyarakat, unsur agama serta aliran kepercayaan kami libatkan dalam acara ini," pungkasnya..

Hadir dalam acara ini segenap unsur Muspika, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan tamu undangan dari desa-desa sekitar, bahkan terlihat beberapa wisatawan asing ikut mengabadikan momen budaya ini.

Rangkaian acara merdi deso ini selanjutnya akan ditutup dengan pagelaran tari lengger dan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk yang diadakan pada malam harinya.

Desa Candiyasan merupakan salah satu desa di wilayah kecamatan Kertek yang kaya akan keragaman. Disamping keragaman budayanya, di desa ini juga terdapat berbagai macam agama dan aliran kepercayaan yang kesemuanya dapat hidup berdampingan secara harmonis.






24 November 2011

JALAN SANTAI HUT PGRI KE-66

KERTEK- Peringatan HUT PGRI KE-66 dan Hari Guru Tahun 2011 yang jatuh setiap tanggal 25 November diperingati dengan berbagai kegiatan. Di Kecamatan Kertek, peringatan tersebut dimeriahkan dengan acara jalan santai. 

Acara yang diikuti oleh seluruh guru yang mengajar di sekolah-sekolah se wilayah Kertek ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo, Hj. Maya Rosida, MM di halaman SD 1 Kertek. Dalam kesempatan tersebut juga hadir Ketua PGRI Kabupaten Wonosobo, Ketua PGRI Kecamatan Kertek serta Muspika Kecamatan Kertek.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonosobo menekankan kepada para guru untuk terus meningkatkan profesionalisme, " Saya harapkan kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi jajaran PGRI untuk bersama-sama berbenah diri, memperbaiki kinerja, mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan kualitas kesehatan sumber daya manusianya, sesuai dengan tema HUT PGRI dan Hari Guru tahun 2011 ini yaitu Mengembangkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa. "

Pada acara tersebut juga dilakukan penanaman pohon penghijauan di sekitar halaman sekolah oleh Wakil Bupati Wonosobo, Ketua PGRI Kabupaten Wonosobo dan jajaran Muspika Kecamatan Kertek.